KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Snapdragon 6 Gen 5 dan 4 Gen 5 Resmi Hadir, Perang...

Tekno

Snapdragon 6 Gen 5 dan 4 Gen 5 Resmi Hadir, Perang Chipset Kelas Menengah Dimulai

Qualcomm memperkenalkan dua chipset anyar untuk segmen mid-range dan entry level pada 7 Mei 2026. Peningkatan GPU hingga 77 persen di kelas pemula jadi kejutan terbesar.

Qualcomm tidak main-main dengan agenda 2026-nya.

Pada 7 Mei lalu di San Diego, perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat itu resmi memperkenalkan Snapdragon 6 Gen 5 dan Snapdragon 4 Gen 5, dua chipset yang secara bersamaan menyasar segmen mid-range dan entry level. Bukan peluncuran seremonial biasa. Angka-angka yang dibawa keduanya cukup untuk membuat para kompetitor di kelas harga terjangkau perlu menghitung ulang strategi.

Mari mulai dari yang paling mengejutkan: Snapdragon 4 Gen 5.

Chipset untuk kelas pemula ini mencatat lonjakan performa GPU sebesar 77 persen dibanding generasi sebelumnya. Masif, bahkan untuk ukuran kelas menengah sekalipun. Qualcomm juga membawa dukungan gameplay hingga 90 FPS, sesuatu yang sebelumnya nyaris mustahil ditemukan di ponsel harga terjangkau. Ditambah fitur Dual SIM Dual Active (DSDA) untuk konektivitas 5G ganda, seri 4 Gen 5 agaknya dirancang untuk menghapus stigma lama bahwa ponsel murah identik dengan pengalaman yang menjengkelkan.

Aplikasi terbuka 43 persen lebih cepat. Lag layar tergerus 25 persen. Bukan angka kosong, kalau klaim ini terbukti di kondisi real-world.

Snapdragon 6 Gen 5 bermain di tataran berbeda. Peningkatan GPU-nya "hanya" 21 persen, tapi konteksnya perlu dipahami: basis performa seri 6 memang sudah jauh lebih tinggi dari seri 4, sehingga persentase yang lebih kecil tidak berarti lompatan absolutnya lebih rendah. Chipset ini mengusung Adaptive Performance Engine 4.0 yang bertugas menjaga stabilitas frame rate saat gaming intensif, plus konektivitas Wi-Fi 7 yang menjadi pembeda nyata dibanding kompetitor di segmen yang sama.

Kecepatan buka aplikasi di seri 6 Gen 5 tercatat 20 persen lebih cepat, dengan pengurangan lag layar 18 persen. Lebih kecil dari saudaranya di kelas entry, tapi basisnya sudah lebih tinggi dari awal.

Satu fitur yang menarik perhatian dari kedua chipset ini adalah Snapdragon Smooth Motion UI, teknologi antarmuka baru yang dirancang spesifik untuk memangkas stutter saat navigasi menu. Entah kebetulan atau tidak, ini persis area yang selama ini paling sering jadi keluhan pengguna ponsel kelas menengah: transisi layar yang patah-patah, terutama setelah pemakaian beberapa jam. Pertanyaannya, seberapa jauh teknologi ini benar-benar terasa di tangan pengguna biasa, bukan cuma di lab pengujian Qualcomm?

Honor, OPPO, realme, dan Redmi sudah menyatakan kesiapan mengadopsi kedua chipset ini. Peluncuran perangkat dijadwalkan pada paruh kedua 2026, yang berarti pasar lokal bisa berharap melihat gelombang produk baru menjelang akhir tahun.

Pertanyaan yang lebih relevan buat konsumen: dengan selisih harga yang biasanya tipis antara ponsel entry dan mid-range, apakah lompatan performa Snapdragon 4 Gen 5 yang 77 persen itu cukup alasan untuk tidak naik kelas? Jawaban itu baru akan terlihat saat unit komersialnya benar-benar ada di tangan.