MINGGU, 4 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Smartwatch Mirip Apple Watch Mulai Rp 1 Jutaan, La...

Tekno

Smartwatch Mirip Apple Watch Mulai Rp 1 Jutaan, Layak Dilirik?

Deretan smartwatch Android berdesain ala Apple Watch kini hadir dengan harga jauh lebih terjangkau, mulai Rp 1 jutaan. Tapi di segmen atas, persaingan makin sengit dengan pemain seperti Garmin dan Coros.

5 Smartwatch Mirip Apple Watch, Harga mulai Rp 1 Jutaan

Desain kotak membulat dengan tombol crown di sisi kanan bukan lagi monopoli Apple. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, vendor Android berlomba merilis smartwatch dengan DNA visual yang sekilas sulit dibedakan dari Apple Watch, dan yang menarik, harganya bisa terpaut hampir sepuluh kali lipat.

Realme, Huawei, Redmi, hingga Vivo sudah punya jagoan masing-masing. Realme Watch 5 jadi yang paling terjangkau, dibanderol sekitar 70 euro atau Rp 1,1 juta di pasar Eropa. Spesifikasinya tidak main-main untuk kelas harganya: layar AMOLED 1,97 inci dengan refresh rate 60 Hz, GPS, NFC, Bluetooth calling, 108 mode olahraga, dan baterai 460 mAh yang diklaim tahan 14 hari.

Naik satu kelas, Redmi Watch 5 hadir dengan panel AMOLED 2,07 inci yang jauh lebih terang, tembus 1.500 nits, plus fitur Always-On Display. Tersedia secara global sejak 15 Januari 2026, harganya dipatok 89,99 poundsterling atau sekitar Rp 1,8 juta. Vivo Watch GT 2 masuk dengan nilai jual yang berbeda: baterai 695 mAh diklaim bertahan 33 hari. Mulai 499 yuan, sekitar Rp 1,1 juta versi Bluetooth, Rp 1,6 juta versi eSIM.

Huawei bermain di dua level sekaligus. Watch Fit 5 reguler dijual Rp 2,4 juta, layar AMOLED 1,82 inci dengan kecerahan puncak 2.500 nits dan tombol digital crown yang terang-terangan meniru desain Apple Watch. Versi Pro-nya melangkah lebih jauh: material titanium, kaca sapphire 2.5D, fitur pengukur risiko diabetes. Rp 3,7 juta. Kalau klaimnya bisa dipercaya, itu proposisi nilai yang menarik buat segmen pengguna tertentu.

Tapi pasar smartwatch lebih ribet dari sekadar siapa yang paling mirip Apple Watch.

Di kisaran Rp 5 juta hingga Rp 10 juta, persaingan bergerak ke spesialisasi yang semakin tajam. Apple Watch Series 10 tetap jadi acuan, terutama bagi pengguna iOS yang butuh ekosistem paling mulus. Harganya Rp 4,499 juta hingga Rp 7,299 juta, dengan layar LTPO OLED sudut lebar, deteksi jatuh, deteksi benturan, dan pemantauan ECG. Samsung Galaxy Watch7 44mm mengisi ceruk serupa untuk pengguna Android premium, Rp 4,999 juta hingga Rp 5,499 juta, dengan sensor BioActive generasi lanjut yang sanggup memantau komposisi tubuh hingga mendeteksi sleep apnea.

Garmin Forerunner 265 Series di Rp 7,799 juta dan Coros Pace Pro di kisaran Rp 5,750 juta bicara ke audiens yang sama sekali berbeda. Pelari dan atlet endurance yang butuh akurasi GPS multi-band, daya tahan puluhan jam dalam mode GPS aktif, fitur seperti Training Readiness serta Body Battery. Coros menambahkan offline mapping tanpa biaya berlangganan. Kedengarannya sepele, tapi di lapangan perbedaannya nyata.

Pola yang terbentuk agaknya sudah cukup jelas. Vendor tidak lagi bisa sekadar menjejali satu perangkat dengan semua fitur lalu berharap pasar beli. Apple dan Samsung menang di ekosistem dan kecerdasan harian, Garmin dan Coros menang di performa olahraga, Huawei menang di efisiensi daya dan material premium. Pertanyaannya sederhana: kamu butuh smartwatch untuk apa?