MINGGU, 4 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Skor 9-0 di Qatar, J-10C Pakistan Permalukan Eurof...

Internasional

Skor 9-0 di Qatar, J-10C Pakistan Permalukan Eurofighter Typhoon , dan Netizen Salah Baca Situasi

Jet tempur Chengdu J-10C Pakistan mencetak kemenangan mutlak 9-0 atas Eurofighter Typhoon Qatar dalam latihan Zilzal-II 2024. Di sisi lain, momen viral J-10CE terbang rendah di atas pasar ternak memicu salah kaprah netizen soal persenjataan.

Jet Tempur J-10C Pakistan Kalahkan Eurofighter Qatar dalam Latihan Militer

Sembilan berbanding nol. Angka itulah yang kini berputar di forum-forum militer global setelah bocoran data latihan udara bersama "Zilzal-II" di Qatar tahun 2024 tersebar luas. Hasilnya mengejutkan: jet tempur Chengdu J-10C varian ekspor (J-10CE) milik Angkatan Udara Pakistan (PAF) menyapu habis Eurofighter Typhoon milik Qatar Emiri Air Force tanpa satu pun kekalahan di pihaknya.

Rinciannya terbagi atas empat simulasi pertempuran jarak jauh (Beyond Visual Range/BVR) dan lima duel udara jarak dekat alias dogfight. Yang membuat angka ini terasa lebih menggigit, Qatar bukan mengoperasikan Typhoon varian biasa. Doha menggunakan Eurofighter Typhoon Tranche 3A yang mulai dikirim sejak 2022, dilengkapi radar AESA Captor-E terbaru. Secara teknis, pesawat itu lebih modern dari varian yang dipakai negara-negara Eropa pengembangnya sendiri.

Sejumlah pengamat mengingatkan bahwa hasil simulasi udara selalu dipengaruhi faktor pelatihan pilot dan dukungan pesawat peringatan dini (AWACS) yang dikerahkan masing-masing pihak. Pilot Pakistan, yang bertahun-tahun bersiaga menghadapi ancaman Su-30MKI dan Rafale India, dianggap memiliki kesiapan tempur yang berbeda kelas dibanding pilot Qatar, yang lebih banyak mengoperasikan pesawat sebagai sinyal geopolitik ketimbang sebagai alat tempur sungguhan. Klaim yang masih perlu dibuktikan lebih jauh, setidaknya begitu klaimnya.

Terlepas dari variabel itu, kemenangan telak J-10C atas Typhoon Tranche 3A dipandang sebagai indikasi serius melebarnya jurang kemampuan industri pertahanan udara antara Cina dan Eropa. J-10C bukan jet tempur kelas atas Tiongkok. Varian ini paling ringan dan berada di segmen low-end dari deretan pespur generasi "4+" yang dioperasikan PLAAF. Sementara Eurofighter masih berdiri sebagai satu-satunya jet tempur pasca-Perang Dingin hasil konsorsium Eropa, Tiongkok sudah meluncurkan dua prototipe jet tempur generasi keenam pada Desember 2024.

Qatar agaknya sudah menarik kesimpulannya sendiri. Pada akhir 2025, Doha dikonfirmasi berencana mempensiunkan seluruh 24 unit armada Eurofighter mereka, hanya tiga tahun setelah pengiriman pertama. Pembicaraan untuk menjual armada tersebut ke Turki pun sudah digelar, meski Ankara tengah dalam posisi sulit akibat didepak dari program F-35 oleh Washington. Inggris memilih jalan serupa dengan membatalkan rencana pembelian Eurofighter tambahan dan mempercepat peralihan ke F-35A. Jerman sudah lebih dulu memesan F-35 sejak 2022. Eurofighter kalah tender di Korea Selatan dan Belgia. Pola yang berulang.

Dua narasi berbeda, minggu yang sama. Sebuah video pendek karya vlogger lokal T4 Tamasha viral di platform X setelah merekam sepasang J-10CE terbang sangat rendah di atas keramaian pasar hewan ternak, lalu mendekati landas di Pangkalan Udara PAF Minhas di Kamra pada 15 Mei 2026. Sorak-sorai warga pasar menyambut momen langka itu, tapi di dunia maya ceritanya berbeda. Riuh.

Netizen ramai mengklaim pesawat tersebut terbang dalam kondisi siap tempur penuh dengan rudal berukuran raksasa, mengaitkannya dengan spekulasi penambahan kekuatan darurat pasca-isu bentrokan udara Operation Sindoor dengan India. Pakar penerbangan segera meluruskan: objek panjang di bawah sayap bukan rudal, melainkan pylon kosong dan tangki bahan bakar eksternal untuk memperpanjang radius terbang. Roda pendaratan yang sudah terbuka penuh di rekaman menjadi bukti paling sederhana bahwa pesawat itu sedang menjalani prosedur landing standar, bukan sortie tempur. Nomor ekor pesawat pun cocok dengan batch 20 unit J-10CE yang dikirim Beijing ke Pakistan antara 2022 hingga 2025.

Bagi industri pertahanan Cina, dua cerita ini nilainya tidak setara. Skor 9-0 dari latihan Zilzal-II jauh lebih berharga sebagai material pemasaran dibanding kehebohan pasar hewan yang tidak ada dasarnya. Beberapa negara kini dilaporkan mulai mengevaluasi J-10C sebagai alternatif jet tempur Barat, dan angka itu, resmi dikonfirmasi atau tidak, sudah terlanjur beredar di ruang-ruang pengambil keputusan yang tepat.