SELASA, 29 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Serangan 120 Drone Rusia Tewaskan 9 Orang, Infrast...

Internasional

Serangan 120 Drone Rusia Tewaskan 9 Orang, Infrastruktur Digital Ukraina Dihajar

Rusia melancarkan gelombang serangan masif dengan lebih dari 120 drone dan ratusan bom udara ke berbagai wilayah Ukraina, menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melumpuhkan jaringan telekomunikasi yang melayani sekitar 100.000 rumah tangga.

8 Orang Tewas dalam Rangkaian Serangan Rusia di Ukraina

Sedikitnya sembilan orang tewas dan lebih dari 80 lainnya terluka setelah Rusia menggempur wilayah Ukraina dengan lebih dari 120 drone serang sepanjang Minggu hingga Senin (27-28/9/2026), dalam salah satu gelombang serangan paling masif pekan ini.

Presiden Volodymyr Zelenskyy menyampaikan angka korban itu dalam pidato nasionalnya Senin malam. Serangan menghantam gedung Akademi Sains Nasional di Kyiv, satu orang tewas, satu lainnya masih terjebak di bawah reruntuhan setelah beberapa lantai bangunan runtuh. Fasilitas rumah sakit di Kyiv, pusat bisnis di Dnipro, dan sebuah gedung apartemen di Odesa juga kena.

Di Sumy, sebuah pusat anak-anak jadi sasaran. Tiga orang tewas di sana, termasuk seorang remaja perempuan 16 tahun, sebagaimana dikonfirmasi Menteri Dalam Negeri Ivan Vyhivskyi. Tiga korban lainnya berjatuhan di Zaporizhzhia, sementara satu lagi dilaporkan dari serangan besar-besaran di kawasan Odesa yang turut merusak fasilitas medis, hotel, dan gudang hasil pertanian.

Tapi angka korban jiwa agaknya bukan satu-satunya yang sedang diincar Moskow.

Kali ini ada yang berbeda. Rusia secara sistematis menghajar infrastruktur digital Ukraina. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim berhasil menghantam pusat data Vodafone Ukraine, operator seluler terbesar kedua di negara itu, dengan alasan fasilitas tersebut melayani kebutuhan militer Ukraina. Pada hari yang sama, dua pusat data lain ikut diserbu: fasilitas Kyivstar dan pusat data milik Omega Telecom, pengelola jaringan serat optik yang membentang ke seluruh penjuru Ukraina.

Kyivstar mengonfirmasi gedung kantor pusatnya di wilayah Kyiv rusak, meski tidak ada korban jiwa. Penilaian dampak masih berjalan. Vodafone Ukraine belum bersuara hingga berita ini diturunkan. Kementerian Transformasi Digital Ukraina mencatat gangguan telekomunikasi akibat rentetan serangan ini berdampak langsung terhadap sekitar 100.000 rumah tangga di Kyiv dan sekitarnya. Bukan angka kecil.

Zelenskyy mengungkapkan sebuah pusat data penting di Kyiv bahkan dihantam dua kali di hari yang sama. Sepanjang pekan lalu, ia mencatat Rusia meluncurkan lebih dari 2.200 drone serang ke seluruh Ukraina, ditambah sekitar 1.650 bom udara dan 38 rudal dari berbagai jenis termasuk rudal balistik. Skala yang, jujur saja, sulit dibayangkan tanpa melihat peta dampaknya langsung.

Rusia mengklaim menembak jatuh 96 drone Ukraina dalam delapan jam semalam, di wilayah-wilayah yang berbatasan dengan Ukraina termasuk Semenanjung Krimea. Ukraina sendiri meluncurkan 170 drone pada malam yang sama. Tingkat intersepsi drone Ukraina mencapai 70 persen menurut Zelenskyy. Untuk drone Shahed bertenaga jet, angkanya turun ke 57 persen.

Satu insiden menyita perhatian. Sebuah drone bertenaga jet memasuki wilayah udara barat laut Ukraina dan menghantam terminal minyak di sisi Ukraina dari perlintasan perbatasan Yahodyn-Dorohusk dengan Polandia. Tidak ada korban jiwa, tapi implikasinya jauh lebih besar dari sekadar kerusakan fisik. Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha menegaskan serangan itu membuktikan Moskow "mengancam keamanan jauh melampaui Ukraina" dan membawa perang kian dekat ke perbatasan NATO.

Sybiha juga menyorot penghancuran infrastruktur digital secara khusus. "Rusia telah menargetkan pusat data utama Ukraina, berupaya mengganggu arus informasi. Peringatan cepat mengenai ancaman rudal dan drone sangat penting, peringatan tersebut menyelamatkan nyawa," tegasnya.

Pegasus Arms, produsen drone Ukraina, menghentikan operasi tanpa batas waktu setelah fasilitas produksinya dihajar rudal balistik pekan lalu. Ini serangan kedua terhadap perusahaan itu. Setelah serangan pertama pada 2 September, produksi sempat dipindah ke lokasi baru dan pulih. Kali ini tidak ada kepastian kapan bisa bangkit lagi.

Invasi skala penuh Rusia ke Ukraina kini memasuki tahun kelima. Belum ada tanda-tanda menuju meja perundingan. AS memang mendorong kedua pihak sepakat menghentikan serangan terhadap fasilitas energi masing-masing, tapi sampai hari ini tidak ada yang bergeming.