SENIN, 5 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Senat AS Batasi Kewenangan Perang Trump, Pasar Glo...

Internasional

Senat AS Batasi Kewenangan Perang Trump, Pasar Global Bergerak

Senat AS mengesahkan resolusi pembatasan otoritas perang Trump terhadap Iran dengan suara 50-47, memicu rebound aset berisiko dari Bitcoin hingga futures Nasdaq di tengah ketegangan yang belum mereda.

Senat AS Sahkan Resolusi untuk Batasi Kewenangan Trump dalam Perang Iran

Terobosan itu akhirnya datang juga, setelah tujuh kali gagal. Senat Amerika Serikat pada Selasa (19/5/2026) mengesahkan resolusi yang membatasi kewenangan Presiden Donald Trump untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran tanpa persetujuan Kongres, dengan hasil pemungutan suara 50 berbanding 47.

Empat senator Republik memilih menyeberang: Susan Collins (Maine), Lisa Murkowski (Alaska), Rand Paul (Kentucky), dan Bill Cassidy (Louisiana). Cassidy patut dicermati. Ia baru saja kandas di babak primary Senat Partai Republik Louisiana, di mana Trump terang-terangan mendukung lawannya. Entah kebetulan atau tidak, ini kali pertama Cassidy menyokong resolusi kewenangan perang semacam ini. Satu-satunya Demokrat yang membelot adalah John Fetterman dari Pennsylvania.

Beberapa jam sebelum pemungutan suara itu, Trump berpidato di hadapan anggota parlemen di Gedung Putih, kembali menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dalam kondisi apa pun. Kalimat yang sama ia ulang sejak masa kampanye. Yang membuat pelaku pasar mengernyitkan dahi bukan pernyataannya, tapi pola komunikasinya: dalam hitungan hari, Trump bergantian melempar sinyal negosiasi, lalu mengancam serangan besar jika pembicaraan buntu. Disengaja atau tidak, sulit dibaca.

Konflik ini sudah berjalan lebih dari dua bulan. AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Teheran pada 28 Februari 2026, yang dibalas Iran dengan menutup Selat Hormuz bagi sebagian besar pelayaran internasional. Setelah gencatan senjata dua minggu dan perundingan di Islamabad yang deadlock pada April, Trump memerintahkan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran. Hormuz sempat dibuka kembali oleh Teheran pada 17 April menyusul gencatan senjata Israel-Lebanon, tutup lagi sehari setelahnya karena blokade AS tak dicabut.

Resolusi ini bukan akhir cerita. Kalau pun kedua majelis Kongres menyetujuinya, Trump diprediksi akan memvetonya. Tapi bagi pihak Demokrat, hasil 50-47 adalah sinyal politik yang penting, setidaknya begitu klaim mereka, dan dampak nyatanya terhadap kebijakan Gedung Putih masih perlu dibuktikan.

Pasar bergerak lebih cepat dari para politisi. Bitcoin rebound ke kisaran 77.200 dolar AS pada perdagangan Rabu pagi waktu UTC, naik sekitar 0,5% setelah lima sesi berturut-turut ambles dari level 82.000 dolar. XRP, Ether, dan Solana ikut menguat antara 0,4% hingga 0,8%. Futures Nasdaq naik 0,33%, imbal hasil Treasury tenor 10 tahun dan 2 tahun masing-masing tergerus lebih dari dua basis poin. Harga minyak mentah WTI terkoreksi 0,75% ke 103,42 dolar per barel. Pasar agaknya mulai memproyeksikan skenario de-eskalasi.

Satu sentimen tambahan yang mendorong aset kripto: Trump pada hari yang sama mengarahkan Federal Reserve untuk meninjau akses institusi penyimpanan dana ke layanan pembayaran. Bagi industri yang selama ini kesulitan mengamankan hubungan perbankan stabil, ini perkembangan yang ditunggu-tunggu. "Akses yang lebih luas ke jalur pembayaran dan layanan kustodian dapat meningkatkan kepercayaan institusional, likuiditas, dan efisiensi penyelesaian," kata Naeem Aslam, CIO Zaye Capital Markets.

Katalis berikutnya yang dinantikan pasar adalah risalah rapat FOMC April, dijadwalkan rilis Rabu pukul 18.00 UTC. Dessislava Ianeva, analis dari Nexo, menyebut dokumen itu akan dibedah untuk melihat sejauh mana The Fed menimbang tekanan inflasi versus risiko pertumbuhan ekonomi. Dua variabel yang kini saling tarik-ulur, sementara konflik geopolitik belum juga benar-benar padam.