KAMIS, 22 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Satu Tanker Meledak di Selat Hormuz, IRGC Ancam Ka...

Internasional

Satu Tanker Meledak di Selat Hormuz, IRGC Ancam Kapal Berikutnya Nasib Sama

Satu dari tiga kapal minyak yang disebut Iran mendukung AS meledak setelah melintasi jalur selatan Selat Hormuz yang telah dipasangi ranjau oleh IRGC. Dua kapal lainnya berbalik arah.

Breaking: Two oil tankers exploded after hitting Iranian naval mines in the southern route of the Strait of Hormuz last night.

Satu kapal tanker minyak meledak dan terbakar di jalur selatan Selat Hormuz pada Kamis (23/7/2026) setelah menghantam ranjau yang dipasang Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Kawasan itu kini bukan lagi sekadar titik panas retorika.

IRGC mengeklaim tiga tanker yang dinilai Teheran berpihak pada Amerika Serikat nekat menerobos jalur yang sudah mereka tambang. Salah satu meledak. Dua lainnya berbalik arah.

"Setiap kapal yang terjebak dalam tipu daya Amerika dan mencoba melintas tanpa koordinasi dengan Iran akan menemui nasib yang sama," tegas IRGC dalam pernyataan yang dikutip Press TV. Kalimat itu pendek. Tapi pesannya membentang ke seluruh jalur pelayaran dunia yang bergantung pada Selat Hormuz untuk sekitar 20 persen pasokan minyak global.

Sehari sebelum insiden, Juru Bicara IRGC Hossein Mohebbi sudah memperingatkan bahwa jalur selatan Selat Hormuz telah dipasangi ranjau sebagai bagian dari langkah pengamanan Iran. Mohebbi bahkan menyebut siapa pun yang nekat melintas sedang "terjebak tipu daya AS" dan investasinya siap melayang. Peringatan itu agaknya tidak cukup meyakinkan ketiga tanker tersebut untuk memilih jalur lain.

IRGC mempertegas posisinya: tidak ada kapal minyak yang diizinkan melintas, baik masuk maupun keluar, melalui jalur itu. Ranjau sudah terpasang. Satu kapal sudah terbakar. Dunia sedang menonton apakah Washington akan merespons atau cukup menggertak balik.

Presiden AS Donald Trump tidak tinggal diam. Pada Rabu (22/7/2026), Trump mengancam akan menghancurkan satu jembatan atau infrastruktur pembangkit listrik di Iran, termasuk di Teheran, setiap kali Iran menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz. Ancaman berlapis ancaman. Selat itu sendiri kini jadi ladang ranjau yang hidup.

Bagi pelaku pasar energi, sinyal ini sulit diabaikan. Selat Hormuz adalah urat nadi minyak dunia, dan pemasangan ranjau bukan eskalasi retorika biasa, ini serangan terhadap infrastruktur logistik global. Harga minyak mentah sudah cukup lama tergerus ketidakpastian geopolitik, dan insiden hari ini bisa jadi katalis berikutnya yang mendorong harga melesat, entah kebetulan atau tidak.

Pertanyaannya bukan lagi apakah konflik ini akan menghantam pasar energi. Tapi seberapa dalam, dan seberapa lama.