Pasar smartphone mid-to-flagship 2026 sedang ramai, dan tiga nama ini paling sering diperdebatkan di forum: Samsung Galaxy S25 FE, Xiaomi 15, dan Xiaomi 17T. Ketiganya memang menyasar segmen berbeda, tapi sering diadu satu panggung karena rentang harga yang berdekatan.
Mulai dari yang paling mengejutkan: Xiaomi 15 bermain di level berbeda. Skor Antutu-nya menembus 3,7 juta poin, ditopang Snapdragon 8 Elite yang saat ini jadi chipset paling gahar di kelas consumer. Angka itu bukan sekadar flexing di benchmark app, tapi mencerminkan kemampuan nyata saat multitasking berat atau gaming dengan setting grafis tertinggi. Kamera Leica-nya pun konsisten, bukan label premium tanpa substansi. Dukungan Wi-Fi 7 melengkapi posisinya sebagai perangkat yang, agaknya, memang dirancang untuk bertahan relevan beberapa tahun mendatang.
Tapi harga flagship tetap harga flagship. Di sinilah Galaxy S25 FE mulai menarik perhatian.
S25 FE membukukan skor Antutu sekitar 2 juta poin. Separuh lebih rendah dari Xiaomi 15 secara angka, memang. Namun dalam pemakaian sehari-hari, gap sebesar itu jarang terasa untuk pengguna mayoritas. Yang lebih krusial justru jaminan software update 7 tahun dari Samsung, komitmen yang belum banyak ditandingi pabrikan Android lain. Buat konsumen yang beli ponsel sekali pakai empat-lima tahun, ini bukan angka kecil.
Xiaomi 17T? Posisinya paling sulit. Skor Antutu-nya hanya 1,2 juta poin, kalah telak dari dua kompetitor di atas. Di era aplikasi dan game mobile yang makin rakus sumber daya, angka itu terasa berat untuk dipertahankan relevansinya bahkan dalam dua tahun. Tanpa keunggulan software support yang sebanding dengan S25 FE, ruang argumennya makin sempit.
Pertanyaannya, apakah tiga produk ini benar-benar bersaing? Xiaomi 15 adalah pilihan kalau performa mutlak dan ekosistem kamera jadi prioritas, dan budget bukan hambatan. S25 FE bermain di sweet spot berbeda: cukup kencang, ekosistem Samsung yang matang, plus garansi software terpanjang di kelasnya. Entah kebetulan atau tidak, dua perangkat ini justru menyasar dua tipe pembeli yang berbeda.
Untuk pembelian baru di 2026, sulit menemukan argumen kuat memilih Xiaomi 17T ketika dua opsi di atasnya tersedia di pasar yang sama. Kalau data ini bisa dipercaya, pilihan itu hampir tak pernah menang.