RABU, 30 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Samsung Konfirmasi Galaxy Ring 2, Taruhan Besar pa...

Tekno

Samsung Konfirmasi Galaxy Ring 2, Taruhan Besar pada AI dan Ekosistem

Samsung resmi mengakui Galaxy Ring 2 sedang dikembangkan. Bukan sekadar hardware upgrade, perusahaan bertaruh pada kecerdasan buatan dan integrasi lintas perangkat sebagai senjata utamanya.

Samsung Galaxy Ring 2 Dipastikan Meluncur, Ini Peningkatan AI yang Dibawa

Samsung akhirnya angkat bicara soal Galaxy Ring 2, dan ceritanya jauh lebih menarik dari sekadar cincin yang sedikit lebih tipis atau baterainya lebih awet.

Konfirmasi itu datang dari Dr. Hon Pak, Senior Vice President sekaligus Head of Digital Health Samsung, dalam wawancara dengan Forbes. Pak mengakui generasi kedua Galaxy Ring sedang dalam pengembangan, meski soal jadwal peluncuran, Samsung masih tutup mulut rapat-rapat. Satu-satunya petunjuk waktu yang beredar adalah rumor yang menyebut Galaxy Ring 2 baru akan hadir di awal 2027, hampir tiga tahun setelah generasi pertama debut di 2024.

Arahnya menarik. Pak secara terang-terangan mengakui bahwa hardware, dalam konteks pasar smart ring saat ini, sudah bukan lagi pembeda yang berarti. Hampir semua pemain di segmen ini, dari Oura hingga merek-merek lain, sudah membenamkan sensor yang kurang lebih serupa. Samsung memilih medan tempur berbeda: software dan kecerdasan buatan.

Ambisi datanya cukup ambisius, kalau data ini bisa dipercaya. Galaxy Ring akan mengumpulkan data kesehatan secara pasif sepanjang hari, sementara Galaxy Watch menyumbang pengukuran yang lebih lengkap dan presisi. Platform SmartThings kemudian menambahkan lapisan kontekstual, dari pola tidur hingga rutinitas harian di rumah. Semua itu diproses AI untuk menghasilkan rekomendasi kesehatan yang, idealnya, terasa relevan dan tidak membanjiri pengguna dengan notifikasi tak berguna.

Salah satu fitur yang sedang disiapkan adalah sistem pemantauan tidur adaptif. Tujuh malam pertama, sistem mempelajari pola tidur pengguna dan membangun data baseline. Setelah itu, AI mulai mendeteksi perubahan pada detak jantung, laju pernapasan, kadar oksigen darah, dan parameter tidur lainnya. Samsung juga menyiapkan Heart Health Score, skor kesehatan jantung yang menggabungkan kualitas tidur, pola makan, aktivitas fisik, dan tingkat stres untuk menilai risiko kardiovaskular secara holistik. Angka yang patut dicermati, setidaknya itu klaim manajemen.

Dari sisi hardware, bocoran yang beredar sebelum konfirmasi resmi menyebut tiga peningkatan utama. Daya tahan baterai disebut melonjak dari sekitar tujuh hari menjadi sembilan hingga sepuluh hari. Desain lebih tipis dan ringan agar nyaman dipakai sepanjang waktu, termasuk saat tidur dan olahraga. Sensor suhu kulit juga mendapat upgrade presisi, seiring fitur pemantauan kardiovaskular yang diklaim lebih lengkap. Samsung belum mengonfirmasi satu pun dari bocoran ini secara resmi. Semuanya masih "klaim yang masih perlu dibuktikan."

Ada sinyal lain yang langsung memicu spekulasi: kompatibilitas iPhone. Dr. Pak mengisyaratkan bahwa pengguna bisa menantikan pengumuman mendatang soal topik ini, tanpa mengonfirmasi atau membantah secara eksplisit. Bak gayung bersambut, komunitas pengguna iOS langsung ramai. Jika Samsung benar membuka Galaxy Ring untuk ekosistem iOS, basis pengguna yang bisa dijangkau meluas drastis. Meski bisa jadi fitur AI tercanggih tetap dikunci untuk pemilik ponsel Samsung.

Sudah dua tahun sejak Galaxy Ring pertama meluncur. Pasar smart ring tumbuh, kompetisi makin ketat. Cincin yang lebih bagus saja tidak cukup. Pertanyaannya sekarang: apakah AI-nya benar-benar bisa seserius klaimnya?