SENIN, 5 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Samsung Geser Apple di Puncak Kepuasan Pengguna AS...

Tekno

Samsung Geser Apple di Puncak Kepuasan Pengguna AS, AI Bukan Lagi Sekadar Gimmick

Untuk pertama kali dalam sejarah survei ACSI, Samsung unggul tipis atas Apple dengan skor 81 berbanding 80, ditopang fitur Galaxy AI dan daya tahan baterai yang makin diakui pengguna Amerika.

GoPro Gagal Pivot ke Sektor Pertahanan, Perusahaan Kini Cari Pembeli Baru

Skor 81 berbanding 80. Tipis, tapi cukup.

American Customer Satisfaction Index (ACSI) resmi menempatkan Samsung di atas Apple dalam laporan kepuasan pelanggan 2026 untuk kategori perangkat telekomunikasi. Hasil yang, jujur saja, tidak banyak yang prediksi akan datang secepat ini. Survei melibatkan hampir 27.000 responden di AS, diambil antara April 2025 hingga Maret 2026.

Tahun lalu, Samsung dan Apple berbagi posisi puncak dengan skor identik. Kini keseimbangan itu patah.

Yang bikin hasilnya menarik bukan semata angkanya, melainkan apa yang ada di baliknya. ACSI untuk pertama kali memasukkan metrik kecerdasan buatan dalam kriteria pengukuran tahun ini, dan hasilnya lumayan mengejutkan: fitur AI meraih skor 85, tertinggi di antara semua parameter yang diukur. Artinya, pengguna tidak cuma mengakui keberadaan AI di ponsel mereka, tapi benar-benar merasa fitur itu berguna. Bukan gimmick. Bukan sekadar bullet point di halaman spesifikasi.

Galaxy AI yang Samsung genjot habis-habisan ke lini flagship terbarunya agaknya mulai membuahkan hasil di tingkat persepsi konsumen. Fitur seperti penerjemahan real-time, pengeditan foto berbasis AI, hingga transkripsi otomatis kini masuk kategori "benar-benar dipakai", bukan "dicoba sekali lalu dilupakan."

Di segmen premium, Galaxy S Series memimpin dengan skor 84 poin, meninggalkan iPhone terbaru di angka 82 dan Google Pixel di 80. Selisih dua poin dari iPhone mungkin terasa kecil, tapi ini soal siapa yang lebih mampu mengonversi inovasi menjadi kepuasan nyata. Samsung Galaxy S25 Ultra disebut mendapat respons paling positif berkat kombinasi performa, kamera, dan kematangan fitur AI-nya.

Perangkat baterai juga menyumbang. ACSI mencatat kenaikan kepuasan di aspek daya tahan sebesar 5%, dan konsumen menilai generasi terbaru smartphone jauh lebih andal untuk multitasking berat hingga penggunaan intensif sepanjang hari.

Secara industri, kepuasan pengguna smartphone di AS naik 1% menjadi 79 poin setelah sempat amblas ke level terendah dalam satu dekade pada 2025. Pemulihan moderat, tapi cukup untuk menunjukkan bahwa produsen mulai berhasil menerjemahkan inovasi teknis menjadi nilai yang dirasakan langsung oleh pengguna.

Samsung juga masih mendominasi segmen foldable, unggul jauh dari Google dan Motorola. Ada catatan penting di sini: pemilik ponsel lipat mencatat jumlah keluhan tiga kali lebih banyak dibanding pengguna smartphone konvensional. Layar lipat, engsel, harga yang masih di kisaran Rp30 jutaan untuk Galaxy Z Fold6, semuanya jadi sumber gesekan. Pertanyaannya, mampukah Samsung membenahi ini sebelum Apple masuk dengan iPhone lipat pertamanya yang dikabarkan hadir bersama seri iPhone 18 Pro musim gugur ini, lengkap dengan layar utama hingga 7,8 inci dan banderol sekitar Rp32 jutaan?

Di segmen smartwatch, Apple kokoh di 80 poin. Tapi penurunan peringkat Samsung sebesar 4% di kategori ini membuat keduanya kini berbagi posisi teratas. Rupanya tidak semua segmen bergerak ke arah yang sama bagi Samsung.

Bagi Apple, ketertinggalan satu poin bukan pertanda krisis. Basis pengguna loyalnya terlalu dalam untuk goyah hanya dari satu laporan. Tapi ini sinyal yang tidak bisa diabaikan begitu saja, terutama dengan peluncuran iPhone lipat di depan mata yang membuka babak baru persaingan di segmen yang selama ini jadi kandang Samsung.