SENIN, 5 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Samsung Galaxy S27 Series: Chipset Baru, Desain Ba...

Tekno

Samsung Galaxy S27 Series: Chipset Baru, Desain Baru, dan Debut Model Pro

Samsung tengah menyiapkan perombakan besar untuk lini Galaxy S27, mulai dari chipset Exynos 2700 dengan arsitektur pendingin baru, desain ulang Galaxy S27 Ultra, hingga debut model Galaxy S27 Pro dengan layar 6,47 inci.

Samsung Selesaikan Desain Chipset Exynos 2700 Akhir Tahun 2026

Lini Galaxy S27 belum juga dekat ke tanggal peluncuran, tapi bocoran yang mengalir dari industri sudah cukup untuk membuat komunitas penggemar Samsung bekerja lembur membahasnya. Dari sisi chip hingga desain bodi, perubahan yang disiapkan Samsung untuk generasi 2027 ini agaknya lebih dari sekadar iterasi rutin.

Mulai dari dapur pacu. Samsung dikabarkan tengah mengembangkan Exynos 2700 dengan pendekatan packaging yang berbeda dari generasi sebelumnya. Chipset ini akan meninggalkan teknologi Fan-Out Wafer-Level Packaging (FOWLP) yang telah dipakai sejak Exynos 2400, beralih ke arsitektur Side-by-Side (SbS) di mana application processor dan memori DRAM tidak lagi ditumpuk, melainkan ditempatkan berdampingan di atas substrate. Langkah ini, menurut sumber industri, bertujuan memperbaiki distribusi panas sekaligus efisiensi ruang internal. Samsung juga menyematkan teknologi Heat Pass Block (HPB) yang dirancang untuk mengoptimalkan pelepasan panas secara aktif.

Bukan tanpa alasan Samsung serius di sisi termal. Keluhan soal panas berlebih pada chipset Exynos sudah jadi cerita lama yang sulit dilupakan konsumen. Dengan SbS dan HPB bekerja bersamaan, Samsung bisa jadi akhirnya punya jawaban yang lebih meyakinkan.

Di level fabrikasi, Exynos 2700 direncanakan menggunakan node 2nm generasi kedua milik Samsung Foundry, dikenal dengan kode SF2P. Data sampel awal yang beredar di platform benchmark mencatat konfigurasi core tertinggi berjalan di 2,88 GHz, sementara klaster efisiensi berada di rentang 2,3 hingga 2,4 GHz. Yield rate produksi awal dilaporkan sudah menyentuh kisaran 50 persen, angka yang terbilang solid untuk teknologi semikonduktor 2nm. Samsung menargetkan penyelesaian desain final pada paruh pertama 2026, produksi massal di paruh kedua 2026, dan debut komersial pada akhir 2026 atau awal 2027.

Target distribusi Exynos 2700 pun ambisius. Samsung disebut menargetkan chipset ini menyuplai sekitar 50 persen dari total unit Galaxy S27, melonjak drastis dari Exynos 2500 yang hanya mengambil porsi sekitar 25 persen pada Galaxy S25. Sinyal jelas bahwa Samsung ingin memangkas ketergantungan pada Qualcomm, bukan keputusan kecil dalam rantai pasok global mereka.

Bocoran untuk Galaxy S27 Ultra tak kalah ramai. Dari sisi desain, Samsung disebut sedang mempertimbangkan perombakan tata letak kamera belakang, kemungkinan besar meninggalkan modul melingkar terpisah yang selama ini menjadi ciri khas seri Ultra. Sebagai gantinya, desain bilah kamera horizontal disebut-sebut sebagai kandidat kuat. Ada juga kabar bahwa lensa telefoto 3x berpotensi dihapus, yang kalau benar, akan membuat Galaxy S27 Ultra hanya memiliki tiga kamera belakang. Bukan angka kecil untuk sebuah keputusan yang bisa memengaruhi segmen fotografi hardcore.

Soal sensor, Galaxy S27 Ultra justru disebut tidak akan mendapatkan sensor 200MP terbaru Samsung. Sensor generasi terbaru itu kabarnya akan debut di perangkat lain, bukan di flagship seri S. Strategi segmentasi, atau pertimbangan teknis yang belum diungkap? Entah kebetulan atau tidak, keputusan ini sejalan dengan rumor bahwa Samsung sedang menata ulang hierarki teknologi kamera di lini produknya secara lebih sistematis. Setidaknya itu yang dibaca dari pola bocoran yang ada.

Di sisi baterai, kabar yang beredar cukup menggoda: kapasitas lebih besar, bobot lebih ringan. Kombinasi yang selama ini terasa seperti janji mustahil di segmen flagship. Samsung disebut tetap mempertahankan ketebalan yang mirip dengan generasi sebelumnya demi memberi ruang pada sistem pendingin dan komponen kamera premium. Untuk layar, Samsung agaknya memilih tidak menggantinya dengan panel baru, dan fokus pada optimasi software seperti kalibrasi warna dan efisiensi daya.

Kejutan terbesar mungkin datang dari penambahan model baru: Galaxy S27 Pro. ETNews, media Korea Selatan yang pertama melaporkannya, menyebut Samsung tengah menyiapkan empat model Galaxy S27. Model keempat ini akan mengusung layar OLED 6,47 inci, ukuran yang benar-benar baru dalam sejarah lini Galaxy S. Posisinya berada di antara model standar (6,27 inci) dan Plus (6,66 inci) pada generasi S26, memberikan opsi yang lebih compact bagi pengguna yang menginginkan spesifikasi premium tanpa dimensi Ultra. Galaxy S27 Pro disebut akan membawa sebagian besar fitur dari Ultra, minus S Pen.

Sumber industri yang dikutip ETNews menyebut, "Lini Galaxy S27 tahun depan sedang dipersiapkan dalam empat model, dan model baru dijadwalkan memiliki layar baru 6,47 inci yang belum pernah dicoba Samsung Electronics sebelumnya."

Langkah menghadirkan model Pro ini dibaca sebagai respons terhadap stagnasi pasar smartphone premium. Eksperimen Galaxy S25 Edge yang mengedepankan desain ultra-tipis disebut kurang mendapat sambutan pasar yang kuat, memaksa Samsung kembali ke model Plus untuk S26. Kali ini, Samsung agaknya mencoba formula berbeda: bukan tipis, tapi compact dengan spesifikasi premium. Pertanyaannya, berapa lama tren compact-premium ini akan bertahan sebelum pasar jenuh lagi?

Semua bocoran ini belum ada yang dikonfirmasi resmi oleh Samsung. Tapi volume dan konsistensi informasi yang bocor dari berbagai sumber industri mengisyaratkan bahwa Galaxy S27 memang sedang disiapkan sebagai generasi yang berani. Bukan sekadar upgrade musiman. Yang belum terjawab bukan lagi apakah Samsung akan berubah, tapi seberapa besar perubahan itu akan terasa di tangan pengguna.