SENIN, 5 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Samsung Galaxy Jump 5 Meluncur di Korea, Ternyata...

Tekno

Samsung Galaxy Jump 5 Meluncur di Korea, Ternyata Galaxy A27 5G dengan Baju Baru

Samsung resmi memasarkan Galaxy Jump 5 di Korea Selatan eksklusif bersama operator KT Corporation, dengan spesifikasi identik Galaxy A27 5G yang sudah lebih dulu diumumkan untuk pasar global. Indonesia tampaknya jadi target berikutnya.

Samsung Galaxy Jump 5 Resmi Meluncur di Korea Selatan, Ternyata Versi Rebranding Galaxy A27 5G

Sertifikasi TKDN dengan nilai 40,30 persen sudah di tangan, database Postel Kemkomdigi pun sudah mencantumkan nomor modelnya. Sebelum bicara soal Indonesia, ada baiknya kita lihat dulu versi Korea-nya yang baru saja resmi beredar.

Samsung meluncurkan Galaxy Jump 5 di Korea Selatan pada 3 Juli 2026, dijual eksklusif lewat operator KT Corporation dengan harga 545.600 won, atau sekitar Rp6,4 juta. Nama baru, tapi bukan wajah baru. Galaxy Jump 5 adalah Galaxy A27 5G yang sama persis, dari desain, chipset, hingga konfigurasi kamera. Rebranding semacam ini bukan hal asing bagi Samsung, khususnya untuk pasar Korea yang kerap mendapat versi eksklusif dari lini global.

Dapur pacunya diisi Snapdragon 6 Gen 3 fabrikasi 4nm, dipadukan RAM LPDDR5X 8 GB dan storage UFS 3.1 128 GB. Bukan konfigurasi yang mengejutkan untuk segmen menengah 2026, tapi cukup kompetitif mengingat banyak rival masih bergantung pada chipset lama di rentang harga serupa. Yang mencuri perhatian justru layarnya: Super AMOLED 6,7 inci Full HD+ dengan refresh rate 120 Hz dan kecerahan hingga 800 nits. Angka yang tidak main-main untuk kelas ini.

Sektor kamera mengusung setup tiga lensa di belakang, dipimpin sensor utama 50 MP dengan OIS, lensa ultrawide 5 MP, dan kamera makro 2 MP yang agaknya hadir sekadar melengkapi daftar spesifikasi. Kamera depan 12 MP dengan apertur f/2.2. Baterai 5.000 mAh dengan fast charging 25W lewat USB-C, dan bodinya sudah mengantongi perlindungan Corning Gorilla Glass Victus+. Perangkat langsung berjalan di Android 16 dengan antarmuka One UI 8.0 sejak hari pertama.

Dimensi bodi 162,4 x 78,2 x 7,8 mm, bobot 200 gram. Tersedia dalam tiga warna: Black, Green, dan Pink.

Bandingkan dengan versi India yang dibanderol sekitar 28.999 rupee atau Rp5,4 juta, versi Korea memang sedikit lebih mahal. Selisih sekitar Rp1 juta untuk pasar yang sama-sama sensitif harga. Entah kebetulan atau tidak, pola harga ini mirip dengan peluncuran lini Jump sebelumnya yang selalu sedikit di atas versi globalnya.

Soal Indonesia. SM-A276B sudah tersertifikasi TKDN Kemenperin, angkanya 40,30 persen, ambang minimum yang disyaratkan untuk penjualan resmi. Postel Kemkomdigi juga sudah mencatat perangkat ini atas nama PT Samsung Electronics Indonesia. Dua sertifikasi sekaligus, kalau data ini bisa dipercaya sebagai sinyal, peluncuran resmi agaknya tidak akan lama lagi.

Samsung sebelumnya sudah lebih dulu memperkenalkan Galaxy A37 dan A57 pada April 2026. Galaxy A27 5G tampaknya memang sengaja ditempatkan di urutan terakhir, mengisi slot paling terjangkau dari tiga varian baru tersebut. Kalau polanya konsisten, konsumen Indonesia tidak perlu terlalu lama menunggu. Pertanyaannya cuma satu: di harga berapa Samsung Indonesia akan memasang label untuk ponsel ini?