Keputusan cukup mengejutkan tengah disiapkan Samsung untuk lini ponsel kelas menengahnya. Galaxy A18 5G, berdasarkan bocoran dari sejumlah dokumen sertifikasi, akan mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon 6s Gen 3, bukan Exynos yang selama beberapa generasi terakhir jadi dapur pacu standar di seri Galaxy A1x.
Bukan sekadar pergantian vendor. Untuk lini Galaxy A1x, ini pertama kalinya varian 5G memakai Snapdragon dalam beberapa tahun terakhir. Cukup signifikan, kalau data bocoran ini bisa dipercaya. Sementara varian 4G-nya tetap memilih MediaTek Helio G99, pilihan yang sudah terbukti di kelas harganya.
Snapdragon 6s Gen 3 bukan chipset sembarangan untuk segmen entry-to-mid. Fabrikasi 6 nanometer, delapan inti prosesor: dua inti performa Cortex-A78 berkecepatan hingga 2,3GHz dan enam inti efisiensi Cortex-A55. GPU Adreno 619 turut hadir, lengkap dengan modem 5G terintegrasi dan dukungan kamera beresolusi tinggi. Efisiensi daya dan performa grafisnya diklaim lebih solid ketimbang sejumlah chipset entry-level generasi sebelumnya. Kabar yang pasti disambut hangat pengguna gim mobile.
Ada kalkulasi bisnis yang agaknya cukup masuk akal di balik langkah ini. Dua platform chipset berbeda untuk dua varian dalam satu seri memberi Samsung fleksibilitas menyesuaikan harga dengan kebutuhan pasar regional. Qualcomm masih punya basis pengguna yang kuat, terutama di kalangan yang paham spesifikasi dan tidak mau kompromi soal konektivitas 5G.
Di luar urusan prosesor, bocoran spesifikasi mengindikasikan kedua varian Galaxy A18 tetap membawa ciri khas seri A: layar LCD dengan refresh rate tinggi, baterai sekitar 5.000mAh, dan dukungan pengisian cepat. Samsung juga disebut mempertahankan antarmuka One UI berbasis Android terbaru, plus sejumlah fitur Galaxy AI versi ringan yang mulai diperluaskan ke perangkat kelas bawah. Detail fitur AI spesifiknya belum dikonfirmasi. Masuk akal, pengumuman resmi pun belum ada.
Satu hal yang biasanya jadi kartu truf seri A: jaminan pembaruan software. Kebijakan pembaruan keamanan dan OS jangka panjang dari Samsung, yang jarang ditemukan di kelas harga yang sama, diprediksi dipertahankan pada A18. Sensor sidik jari dan integrasi ekosistem SmartThings kemungkinan besar ikut dibawa.
Untuk pasar Indonesia, Galaxy A18 berpotensi menjadi penerus Galaxy A16 yang hadir dalam varian 4G dan 5G dengan harga menyasar pelajar dan pengguna pemula. Medan persaingannya tidak ringan. Xiaomi, OPPO, Vivo, Realme, dan Infinix sudah lama bergerilya agresif di kelas ini dengan tawaran spesifikasi 5G yang makin kompetitif.
Hingga awal Juli 2026, Samsung belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi maupun negara pertama yang kebagian Galaxy A18 Series. Kemunculan perangkat di dokumen sertifikasi biasanya sinyal bahwa pengumuman resmi tinggal soal waktu. Kalau mengikuti pola generasi sebelumnya, peluncuran global bisa terjadi dalam beberapa bulan mendatang sebelum masuk ke Indonesia, entah kuartal ketiga atau keempat tahun ini.