MINGGU, 4 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Samsung A57 5G Masuk Pasar, A26 5G Malah Langka da...

Tekno

Samsung A57 5G Masuk Pasar, A26 5G Malah Langka dan Makin Diburu

Samsung Galaxy A57 5G resmi hadir dengan desain 6,9 mm dan chipset Exynos 1680, sementara pendahulunya Galaxy A26 5G justru menghilang dari toko resmi dan harganya merangkak naik ke Rp4,1 jutaan di marketplace.

Harga Samsung Galaxy A26 5G Naik Jadi Rp4 Jutaan pada Mei 2026

Dua kabar dari lini Galaxy A Samsung datang bersamaan, tapi arahnya berlawanan. Yang satu baru masuk pasar dengan harga segar. Yang lain sudah menghilang dari rak, tapi justru makin dicari.

Samsung Galaxy A57 5G resmi dipasarkan di Indonesia mulai Rp7.599.000 untuk varian 8/128GB. Naik ke Rp8,9 juta untuk varian 8/256GB, dan Rp9,9 juta untuk 12/256GB, tergantung kanal penjualan. Di saat bersamaan, Galaxy A26 5G, yang meluncur April 2025 dengan banderol awal Rp3.999.000, sudah tidak lagi terpajang di toko online resmi Samsung Indonesia. Harganya di Tokopedia dan Shopee kini rata-rata Rp4,1 jutaan. Pasokan menipis, permintaan tidak ikut surut, dan harga pun ikut terkerek.

Fenomena A26 5G ini bak gayung bersambut antara kelangkaan dan minat konsumen yang tidak mau padam. Para calon pembeli kini harus berburu lewat reseller atau toko pihak ketiga karena stok di kanal resmi sudah habis terkuras. Segmen mid-range entry-level, agaknya, tidak semudah itu ditinggalkan.

Sementara itu Samsung jelas ingin atensi pasar bergeser ke A57 5G. Penerus Galaxy A55 5G ini tampil dengan perubahan mencolok di sisi desain: ketebalannya cuma 6,9 mm, bobotnya 179 gram, jauh lebih ramping dibanding A55 5G yang setebal 8,2 mm dengan berat 213 gram. "Desainnya kini lebih tipis dan ringan sehingga nyaman digunakan dalam waktu lama," kata Annisa Maulina, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia.

Layarnya Super AMOLED+ 6,7 inci ber-refresh rate 120Hz, dengan Vision Booster yang diklaim tembus 1.900 nits, naik dari 1.200 nits di generasi sebelumnya. Bezel makin tipis, pengalaman visual makin luas. Standar yang dulu cuma ada di flagship, kini beringsut turun ke kelas menengah.

Dapur pacunya Exynos 1680, upgrade dari Exynos 1480 yang dipakai A55 5G. Dalam pengujian benchmark, perangkat ini menorehkan skor Geekbench 6 single-core 1.378 dan multi-core 4.509, sementara AnTuTu menyentuh 1.346.009 poin. Angka yang tidak main-main. Game berat seperti Genshin Impact masih bisa dijalankan, meski dengan penyesuaian pengaturan grafis. Sistem operasinya Android 16 berbasis One UI 8.5, salah satu yang paling mutakhir di kelasnya.

Baterai 5.000 mAh dengan Super Fast Charging melengkapi paket mobilitas harian. Kapabilitas AI turut diperluas: selain Circle to Search dan Gemini yang sudah ada di generasi sebelumnya, A57 5G kini mendukung Voice Transcription berbasis AI on-device. Vapor chamber-nya diperbesar 13 persen untuk menjaga suhu tetap stabil saat sesi gaming panjang. Pertanyaannya, apakah semua ini cukup untuk meyakinkan pembeli di kelas harga Rp7-9 jutaan yang persaingannya makin sengit?

Sampai 31 Mei 2026, Samsung menawarkan total keuntungan pembelian A57 5G hingga Rp5,4 juta, mencakup cicilan bunga 0 persen, cashback trade-in, dan program tukar tambah untuk pengguna Galaxy generasi sebelumnya. Tersedia dalam empat varian warna: Awesome Navy, Awesome Gray, Awesome Icy Blue, dan Awesome Lilac.

Adapun A26 5G yang kini harganya sudah merayap naik tetap relevan buat yang mengincar entry point lebih terjangkau. Chipset Exynos 1380 5nm, RAM 8GB, storage 256GB, kamera 50MP ber-OIS, layar Super AMOLED 6,7 inci 120Hz. Semua ada. Persoalannya tinggal satu: ketemu stoknya di mana.