SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Rusia Hujani Kyiv dengan Oreshnik, Empat Tewas di...

Internasional

Rusia Hujani Kyiv dengan Oreshnik, Empat Tewas di Tengah Serangan Drone dan Rudal Terbesar

Rusia meluncurkan serangan besar-besaran ke Kyiv menggunakan rudal hipersonik Oreshnik sebagai balasan atas serangan drone Ukraina yang menewaskan puluhan mahasiswa di Starobilsk, Luhansk.

Russia uses its new Oreshnik missile in a big attack on Ukraine and a warning to world | KOSU

Empat orang tewas di Kyiv pada Minggu pagi (24/5/2026) ketika Rusia menghujani ibu kota Ukraina itu dengan 90 rudal dan 600 drone, salah satu serangan paling masif sejak konflik ini meledak.

Dua hari sebelumnya, drone Ukraina menghantam asrama mahasiswa dan sejumlah bangunan di Kota Starobilsk, wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia. Korbannya bukan prajurit. Sebanyak 21 anak dilaporkan tewas dan 65 mahasiswa mengalami luka-luka. Kremlin menyebut kejadian itu "puncak kesabaran" Rusia, dan mereka menagih janji itu dua hari kemudian.

Rusia mengonfirmasi penggunaan rudal hipersonik Oreshnik, senjata yang diklaim mampu meluncur lebih dari 10 kali kecepatan suara dan bisa membawa hulu ledak nuklir. Zelensky yang pertama kali mengungkap soal ini lewat Telegram, menyebut Rusia menembakkan Oreshnik ke Bila Tserkva di Ukraina tengah. "Tiga rudal Rusia menghantam fasilitas penyediaan air, sebuah pasar terbakar, puluhan bangunan tempat tinggal rusak, beberapa sekolah," tulisnya, separuh kecaman separuh laporan lapangan.

Seberapa efektif pertahanan udara Ukraina? Angkatan Udara Kyiv mengklaim mencegat 549 drone dan 55 rudal. Angka yang tidak kecil, tapi matematikanya tidak sepenuhnya menghibur. Sisanya lolos.

Walikota Kyiv Vitali Klitschko melaporkan dua orang tewas di ibu kota dan 56 luka-luka. Kepala wilayah Kyiv di sekitarnya menambahkan dua korban jiwa lagi, dengan sembilan orang cedera. Sepanjang dini hari, beberapa ledakan keras terdengar, cukup untuk membangunkan seluruh kota.

Kementerian Luar Negeri Rusia merilis pernyataan yang menargetkan "lokasi-lokasi spesifik" di Kyiv, yakni fasilitas tempat drone dirancang, diproduksi, diprogram, hingga siap pakai. Yang lebih mencolok, Kemlu Rusia secara eksplisit meminta warga negara asing, termasuk personel diplomatik dan staf organisasi internasional, untuk segera meninggalkan kota. "Kami memperingatkan warga negara asing, termasuk personel misi diplomatik dan organisasi internasional, untuk meninggalkan kota sesegera mungkin," bunyi pernyataan tersebut, dikutip Al Jazeera. Peringatan semacam ini jarang keluar tanpa maksud.

Bagi investor yang memantau dampak konflik terhadap harga energi dan komoditas, eskalasi ini bukan sekadar berita geopolitik. Serangan ke infrastruktur air dan pasar memperpanjang daftar kerusakan yang menggerogoti rantai pasok pangan regional, komoditas yang pergerakannya sudah tidak stabil sejak 2022. Kapan ujungnya? Agaknya belum segera kelihatan.