Bom luncur FAB-3000 menghantam perkemahan Brigade Mekanisasi Independen ke-65 Ukraina di dekat desa Orekhov, Zaporizhia. Ledakan itu menciptakan gelombang kejut yang kuat, diikuti kolom asap abu-abu gelap yang membubung tinggi dari lokasi kejadian. Serangan mendadak itu menjadi sinyal Rusia sedang membuka front baru di selatan, bersamaan dengan tekanan yang mereka pertahankan di Donetsk.
Di Donetsk, setelah menguasai Konstantinivka sepenuhnya, pasukan Rusia kini masuk fase stabilisasi garis depan. AFU di sekitar Krasny Liman dilaporkan menarik mundur posisi ke jalur perkotaan Slavyansk-Kramatorsk, sebuah langkah defensif yang mengindikasikan tekanan keras dari arah timur. Zaporizhia, bisa jadi, dimaksudkan untuk merentangkan garis pertahanan Ukraina lebih jauh agar operasi besar di Donetsk bisa berjalan lebih lancar.
Pada 12 Juli, serangan udara Rusia menyasar sejumlah titik vital di belakang garis depan Ukraina. Pelabuhan Odessa dan Chornomorsk dihajar UAV dan rudal presisi tinggi yang menghancurkan tangki bahan bakar, dua kapal kargo, sebuah feri pemasok AFU, hingga kapal patroli. Di Kyiv, dua perusahaan produksi drone militer ikut jadi sasaran: Aerodron, yang mengembangkan UAV berat E-300 Enterprise dan D-80 Discovery, serta Fanplit yang beroperasi dengan kamuflase sebagai produsen kayu lapis sipil namun menyimpan dan merakit UAV Fire Point-2 berjangkauan 200 kilometer. Serangan meluas ke Dnipropetrovsk, Mykolaiv, Kharkiv, Chernihiv, dan Sumy.
Kementerian Pertahanan Rusia tak sungkan memamerkan kemampuannya. Dalam pernyataan resmi di Telegram, mereka menegaskan: "Analisis hasil penggunaan senjata presisi tinggi oleh Angkatan Bersenjata Rusia untuk menghancurkan infrastruktur militer pemerintah Kiev telah menegaskan kemampuan kami untuk menyerang posisi mana pun di wilayah Ukraina." Klaim yang masih perlu dibuktikan konsistensinya, tapi sinyal pesannya jelas: tidak ada titik di Ukraina yang benar-benar aman.
Penasihat Menteri Pertahanan Ukraina Sergei Beskrestnov membenarkan kekhawatiran itu. "Kita perlu bersiap menghadapi kemungkinan bahwa tentara Rusia akan menyerang target apa pun dalam jarak 100 km dari garis depan," katanya, seraya menyebut SPBU, jalur kereta api, gudang, dan pabrik sebagai sasaran potensial. Serangan terhadap wilayah belakang, menurut Beskrestnov, kian menjadi komponen sentral strategi Moskow. Pertanyaannya, berapa lama infrastruktur logistik Ukraina bisa bertahan dalam tekanan model ini?
Sementara kondisi medan terus memburuk, Kyiv terseret pergolakan internal. Presiden Volodymyr Zelensky mengumumkan pemecatan Perdana Menteri Yulia Svyrydenko dan perombakan kabinet. "Kami menetapkan bahwa perombakan kabinet diperlukan untuk menerapkan perubahan tersebut. Saya berterima kasih kepada Ibu Yulia atas kerja beliau yang jelas, stabil, dan efektif sebagai Perdana Menteri, serta pengabdiannya yang efektif selama bertahun-tahun kepada Ukraina, dan saya telah mengundang beliau untuk memimpin bidang baru dan penting dalam hubungan dengan mitra utama," kata Zelensky. Ia juga menyebut akan ada perubahan personel lebih lanjut untuk memperkuat dukungan terhadap garis depan dan mempersiapkan Ukraina menghadapi musim dingin. Spekulasi kuat mengarah ke jabatan duta besar untuk Amerika Serikat sebagai posisi baru Svyrydenko.
Namun ada narasi lain yang beredar. Portal Strana.ua melaporkan pemecatan Svyrydenko kemungkinan terkait penyelidikan Lembaga Anti-Korupsi Nasional Ukraina atas kedekatannya dengan mantan Kepala Staf Presiden Andriy Yermak. Faktor lain yang disebut: gesekan antara Zelensky dengan Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov. Reshuffle ini, kalau data ini bisa dipercaya, bukan sekadar rotasi biasa di masa perang.
Staf Umum AFU mencatat total kerugian tempur Rusia sejak 24 Februari 2022 hingga 12 Juli 2026 menyentuh 1.419.090 personel, dengan tambahan 1.320 orang dalam 24 jam terakhir. Juga tercatat: 12.120 tank, 24.928 kendaraan tempur lapis baja, 45.807 sistem artileri, dan lebih dari 403.000 UAV taktis yang dinetralisir. Angka-angka besar, meski validasinya tetap jadi perdebatan klasik dalam perang informasi semacam ini. Yang pasti, konflik ini memasuki babak di mana Rusia mendorong dari beberapa arah sekaligus. Kyiv kena tampar dua kali bersamaan: di lapangan tempur dan di koridor kekuasaannya sendiri.