KAMIS, 8 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Rusia Gempur Kyiv dengan Oreshnik, Ukraina Balas H...

Internasional

Rusia Gempur Kyiv dengan Oreshnik, Ukraina Balas Hajar Jaringan Minyak Dekat Moskow

Saling serang Rusia-Ukraina memanas dalam sehari: Rusia tembakkan ratusan drone dan puluhan rudal hipersonik ke Kyiv, sementara drone Ukraina membakar fasilitas distribusi minyak yang memasok tiga bandara utama Moskow.

Ukraina dan Rusia Saling Serang, Fasilitas Minyak Jadi Target

Minggu (24/5/2026) menjadi salah satu hari paling brutal dalam konflik ini dalam beberapa bulan terakhir. Dari langit Kyiv yang diguyur ratusan drone hingga kobaran api di dekat Kameshkovo, wilayah Vladimir, dua negara itu saling hantam hampir bersamaan, dari dua arah berbeda.

Rusia meluncurkan serangan udara besar-besaran ke Kyiv. Bukan sembarangan: gabungan rudal balistik hipersonik Oreshnik dengan gelombang drone serang dalam skala yang, jujur saja, jarang terlihat bahkan di perang ini. Angkatan Udara Ukraina mencatat sekitar 600 drone dan 90 rudal ditembakkan serentak dari udara, laut, dan darat. Sistem pertahanan Ukraina berhasil menjatuhkan atau men-jamming 549 drone dan 55 rudal, sementara 19 rudal lainnya gagal mencapai sasaran. Tetap saja, dua orang tewas. Lebih dari 80 luka-luka.

Serangan yang paling kompleks secara taktis sejak perang meletus, begitu klaim Kyiv. Angka yang tidak main-main.

Sementara rudal-rudal itu masih berjatuhan di Kyiv, SBU diam-diam mengirim drone ke arah sebaliknya. Dinas Keamanan Ukraina mengeklaim telah menghantam fasilitas pompa dan distribusi minyak di wilayah Vladimir. Targetnya bukan sembarangan: menurut SBU, fasilitas tersebut adalah simpul distribusi produk minyak yang mengalir ke depot-depot utama di sekitar Moskow, termasuk memasok avtur ke tiga bandara internasional terbesar Rusia, yakni Sheremetyevo, Domodedovo, dan Vnukovo. Kebakaran diklaim melanda area seluas sekitar 800 meter persegi.

"Fasilitas ini memasok bahan bakar ke depot minyak utama di sekitar Moskow dan ke bandara Sheremetyevo, Domodedovo, dan Vnukovo," tulis SBU melalui pernyataan resmi di media sosialnya.

Moskow, tentu, punya versi lain. Gubernur wilayah Vladimir, Alexander Avdeyev, membenarkan ada kebakaran di dekat Kameshkovo dan menyebut api sudah berhasil dipadamkan. Tapi ia hanya menyebut lokasi itu "area infrastruktur", tanpa sepatah kata pun soal minyak atau bahan bakar. Media Rusia Interfax mengutip pernyataan senada, sama-sama bungkam soal sektor energi.

Perbedaan narasi antara Kyiv dan Moskow soal Kameshkovo bukan hal baru. Keduanya punya kepentingan masing-masing dalam membingkai cerita, dan itu sudah menjadi pola sejak hari pertama perang. Yang agak menarik: klaim SBU soal tiga bandara itu sangat spesifik, terlalu spesifik untuk diabaikan begitu saja, kalau data ini bisa dipercaya.

Dari sudut pasar komoditas, serangan terhadap jaringan distribusi bahan bakar di sekitar Moskow berpotensi mendapat perhatian lebih dari para trader energi. Jika klaim SBU akurat, gangguan pada rantai pasok avtur ke tiga bandara tersibuk Rusia bisa memunculkan tekanan tersendiri dalam jangka pendek. Harga minyak dunia sudah bergejolak sepanjang tahun ini. Eskalasi yang menyasar infrastruktur energi strategis, bak pedang bermata dua, selalu menjadi variabel yang membuat pelaku pasar memasang kuda-kuda.