KAMIS, 1 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Rupiah Rp17.600, Prabowo: Selama Purbaya Senyum, T...

Finansial

Rupiah Rp17.600, Prabowo: Selama Purbaya Senyum, Tenang Saja

Presiden Prabowo menganggap pelemahan rupiah bukan alasan panik, dengan berseloroh bahwa rakyat desa tidak bertransaksi dalam dolar. Pasar dan pelaku bisnis agaknya tidak sepenuhnya sepakat.

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Enggak Usah Khawatir Mau Dollar Berapa Ribu

Rupiah parkir di Rp17.600 per dolar AS pada Jumat (15/5). Respons dari istana? Santai, bahkan diselingi candaan.

Di hadapan ribuan orang dalam peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Presiden Prabowo Subianto memilih meringankan suasana dengan berkelakar soal Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. "Purbaya sekarang populer banget. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, tidak usah khawatir. Mau dolar berapa ribu pun, kalian di desa tidak pakai dolar," ujar Prabowo disambut tawa hadirin.

Candaan itu lanjut merambah ke deretan pejabat lain yang hadir. Prabowo menyindir Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, hingga Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Heriyadi alias Titiek Soeharto. Giliran Ketua Umum Kadin Anindya Novyan Bakrie pun tiba. "Ah, Anin, kamu yang pusing boleh. Kamu ketua pengusaha, Kadin," seloroh Prabowo.

Di balik nada humor itu, pesan yang lebih keras ikut disisipkan. Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh dan meminta rakyat tidak gampang terprovokasi narasi-narasi pesimistis. "Saya yakin sekarang ada yang selalu, entah apa saya enggak ngerti ya. Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos. Rakyat di desa enggak pakai dollar kok," tegasnya. Ia juga mendorong perubahan mentalitas kolektif: bangsa Indonesia harus melepas sikap inferior dan membangun keyakinan sebagai bangsa pemenang.

Argumen "rakyat desa tidak pakai dolar" secara teknis ada benarnya. Tapi agaknya tidak cukup untuk menenangkan pelaku pasar modal dan korporasi yang porsi impornya besar. Kurs Rp17.600 bukan angka yang bisa dianggap enteng, terutama bagi emiten-emiten dengan utang valas atau biaya produksi berbasis dolar. Beban keuangan mereka naik, margin tergerus, dan itu bakal keliatan di laporan keuangan kuartal depan. Sudah bisa ditebak arahnya.

Pertanyaannya bukan soal apakah Purbaya masih bisa senyum. Pertanyaannya: sampai di level berapa senyum itu mulai pudar?