MINGGU, 4 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Reno 16 Series Masuk Indonesia, Harga Melonjak hin...

Tekno

Reno 16 Series Masuk Indonesia, Harga Melonjak hingga 56%

Oppo resmi meluncurkan Reno 16 Series di Indonesia dengan tiga varian baru, tapi kenaikan harga hingga 56% dibanding generasi sebelumnya langsung jadi sorotan.

Alasan Harga Oppo Reno 16 dan 16F Naik Gila-gilaan

Oppo resmi membawa lini Reno 16 Series ke Indonesia pada 2 Juli 2026, sekaligus meluncurkan tiga model dalam satu waktu: Reno 16 Pro 5G, Reno 16 5G, dan Reno 16F 5G. Peluncuran itu disambut antusias, tapi bukan spesifikasinya yang paling banyak diperbincangkan.

Harganya naik gila-gilaan.

Varian standar jadi yang paling mencolok. Oppo Reno 16 5G 8GB/256GB kini dibanderol Rp 11.999.000, naik Rp 4,3 juta dari Reno 15 5G 8GB/256GB yang sebelumnya dijual Rp 7.699.000. Selisih hampir 56%. Varian 12GB/256GB bahkan lebih besar lagi: dari Rp 8.299.000 menjadi Rp 12.999.000, selisih Rp 4,7 juta. Di seri F pun sama keadaannya, Reno 16F 5G 8GB/128GB terkerek 45% menjadi Rp 7.999.000 dari sebelumnya Rp 5.499.000.

Oppo tidak mengelak. Deni Setiawan, Product Manager Oppo Indonesia, menyebut dua faktor utama: kelangkaan komponen RAM dan tekanan nilai tukar rupiah. "Saya yakin rekan-rekan juga memahami kondisi saat ini, terutama bagaimana memori RAM menjadi agak lebih sulit didapatkan. Kenaikan harga terutama dipengaruhi oleh harga memori RAM itu sendiri. Selain itu, nilai tukar juga menjadi salah satu faktor yang membebani harga," kata Deni usai peluncuran di Jakarta.

Tapi ada alasan lain yang agaknya lebih kontroversial. Deni mengklaim ada elemen "value" yang ikut mendorong harga, salah satunya desain 3D pop-up planet yang diklaim membutuhkan investasi pengembangan tiga hingga empat kali lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya, dengan waktu riset yang juga tiga hingga empat kali lebih panjang. Efek pop-out tiga dimensi itu, kata Deni, bisa terlihat tanpa kacamata 3D dan menonjol sekitar 5 hingga 15 mm dari permukaan belakang ponsel. Klaim yang patut dicermati, tentu.

Dari sisi dapur pacu, Reno 16 Pro 5G jadi model paling bertenaga dengan chipset MediaTek Dimensity 8550 Super, kamera utama Ultra Clear 200 MP, layar 144 Hz, serta baterai 6.700 mAh berteknologi pengisian 80W SuperVOOC. Model ini mengantongi sertifikasi ketahanan IP68, IP69, dan IP69K. Reno 16 5G turun ke chipset Qualcomm Snapdragon 7 Gen 4 dengan kapasitas baterai identik. Adapun Reno 16F 5G, varian paling terjangkau, justru membawa baterai terbesar di lini ini: 7.000 mAh.

Ketiga model berbagi sejumlah keunggulan kamera: OIS di kamera utama, telefoto zoom optik 3,5x, ultra-wide, dan kamera depan ultra-wide 50 MP. Semuanya berjalan di atas ColorOS 16 dengan deretan fitur AI yang menjadi taruhan besar Oppo di segmen harga ini.

AI Mind Pilot jadi andalan. Fitur ini memungkinkan pengguna mengakses beberapa model kecerdasan buatan sekaligus, ChatGPT, Gemini, dan Perplexity, dari satu antarmuka. Tersedia pula AI Mind Space untuk menyimpan informasi dari layar, AI Bill Manager untuk mengelola bukti transaksi, dan AI Menu Translation untuk membaca menu berbahasa asing. Untuk kebutuhan konten, fitur Pop Camera dan AI Kolase Mix membawa proses editing foto langsung ke perangkat tanpa aplikasi tambahan.

"Oppo sangat fokus pada AI. Kami membuat banyak fitur AI yang sekarang sebenarnya sedang menjadi tren," kata Deni, seraya menambahkan bahwa infrastruktur AI bukan perkara murah: butuh backend, server, data, dan investasi yang tidak kecil. Setidaknya itu klaim manajemen, pembuktiannya ada di pengalaman pengguna nyata.

Satu aksesori ikut debut: Oppo O Bubble Trendy Selfie Screen, dijual terpisah Rp 1.499.000. Fisiknya ringkas, setebal 7 mm, berbobot 27,5 gram, dan dipasang magnetis di punggung ponsel via Bluetooth. Fungsinya menampilkan preview kamera belakang secara real-time sekaligus sebagai remote shutter dengan kemampuan zoom hingga 3,5x dari jarak 10 meter. Kompatibilitasnya diklaim melampaui Reno 16 Series: bisa dipakai di perangkat Oppo lain yang menjalankan ColorOS 16, bahkan iPhone.

Pertanyaannya bukan lagi apakah Reno 16 Series lebih baik dari pendahulunya. Melainkan: apakah lonjakan 45 hingga 56% itu sepadan, di pasar yang persaingannya makin brutal di kisaran Rp 8 juta hingga Rp 13 juta?