Baterai 9.070 mAh di bodi setebal 8,45 mm. Angka itu sendiri sudah cukup bikin alis terangkat, dan itulah yang coba dijual Xiaomi lewat Redmi K100 Pro Max yang baru saja resmi diperkenalkan di China bersama saudara kandungnya, Redmi K100 Pro.
Keduanya mendaratkan chipset Snapdragon 8 Elite, RAM LPDDR5X, serta penyimpanan UFS 4.1. Xiaomi juga menyematkan chip grafis D2 buatan in-house dan chip penguat sinyal T1+, dua komponen yang agaknya jadi diferensiator penting dibanding pesaing di kelas harga serupa.
Perbedaan mendasar antara keduanya ada di ukuran. Redmi K100 Pro hadir dengan layar OLED datar 6,59 inci beresolusi 2.510 x 1.156 piksel, sementara Pro Max membesarkan layarnya ke 6,9 inci dengan resolusi 2.608 x 1.200 piksel. Keduanya berbagi refresh rate 185Hz dan material luminesensi M11 dengan kecerahan puncak 2.200 nits. Panel ini bisa redup sampai level DC dimming pada kecerahan penuh, yang bagi pengguna sensitif flicker tentu jadi nilai tambah.
Sistem kamera dibedakan cukup serius. Tiga kamera belakang model Pro: utama 200MP dengan OIS, telefoto 50MP, dan ultrawide 8MP. Pro Max selangkah lebih jauh, mengganti sensor ultrawide ke 50MP dan mengubah telefoto menjadi lensa periskop 50MP. Kamera depan keduanya 32MP.
Baterai Pro membawa sel 8.580 mAh dengan kandungan silikon 26 persen dan kepadatan energi 945Wh/L. Pro Max naik ke 9.070 mAh, meski kandungan silikonnya lebih rendah di angka 16 persen. Spesifikasi pengisian daya identik: kabel 100W, nirkabel 50W, plus reverse charging kabel 27W dan nirkabel 22,5W. Dengan kata lain, ponsel ini bisa difungsikan sebagai power bank wireless. Bukan fitur ecek-ecek.
Sistem pendingin juga ikut membesar. Pro memakai pompa sirkulasi berpendingin es 5.150 mm persegi. Pro Max mendapat area pendingin lebih luas, 6.300 mm persegi. Wajar, mengingat Snapdragon 8 Elite bisa lumayan "panas" saat digenjot penuh.
Tiga sertifikasi ketahanan sekaligus: IP66, IP68, dan IP69 tersemat di kedua model. Pemindai sidik jari ultrasonik sudah jadi standar, begitu pula HyperOS 3.0. Port USB 3.2 Gen 1 hadir di keduanya, lengkap dengan sistem audio 2.1 kanal konfigurasi tiga speaker.
Satu catatan yang patut dicermati soal ketebalan: justru Pro Max yang lebih ramping. Dengan baterai lebih besar, Pro Max tercatat setebal 8,45 mm dan berbobot 238 gram, sedangkan Pro lebih tebal di 8,55 mm dengan bobot 218 gram. Bak pedang bermata dua, kapasitas ekstra itu datang dengan ongkos bobot yang tidak bisa diabaikan.
Untuk harga, Redmi K100 Pro dijual mulai 3.699 yuan (sekitar Rp9,79 juta) untuk varian 12GB/256GB, dengan varian teratas 16GB/512GB dibanderol 4.699 yuan (Rp12,43 juta). Redmi K100 Pro Max dimulai dari 4.499 yuan (Rp11,90 juta) dan mencapai 5.999 yuan (Rp15,87 juta) untuk konfigurasi puncak 16GB/1TB.
Belum ada kepastian kapan keduanya masuk ke pasar Indonesia. Tapi untuk pengguna yang sudah bosan isi daya setiap malam, entah kebetulan atau tidak, pilihan ini datang di waktu yang tepat.