Tanda-tanda vital tidak stabil. Tekanan darah rendah. Detak jantung tidak teratur. Pembekuan darah abnormal. Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand merilis gambaran itu pada Kamis, 21 Mei 2026, pernyataan resmi pertama soal kondisi Putri Bajrakitiyabha Narendira Debyavati sejak Agustus 2025.
Putri sulung Raja Maha Vajiralongkorn itu kini menghadapi komplikasi berlapis. Infeksi perut akibat peradangan usus besar sudah "tidak terkendali dan memengaruhi organ lain". Bajrakitiyabha, 47 tahun, masih bergantung penuh pada peralatan medis untuk menopang fungsi paru-paru dan ginjalnya, ditambah obat-obatan. Dialisis rutin juga menjadi bagian dari perawatan sejak laporan Agustus tahun lalu menyebut fungsi ginjalnya memburuk.
Semua ini bermula dari satu sesi pelatihan anjing di distrik Pak Chong, Nakhon Ratchasima, pada Desember 2022. Putri yang akrab disapa "Putri Bha" itu pingsan akibat kondisi kardiovaskular, lalu dilarikan ke Rumah Sakit Memorial Raja Chulalongkorn pada 15 Desember 2022. Sejak hari itu, ia belum pernah meninggalkan bangsal rumah sakit. Lebih dari tiga tahun.
Kondisinya, agaknya, jauh lebih kompleks dari yang publik ketahui. Infeksi darah parah yang pertama kali dilaporkan kini bertambah dengan infeksi perut, sementara organ-organ vital terus bergantung pada mesin. Istana merangkumnya ringkas tapi berat: "Kondisinya terus memburuk."
Tim medis kerajaan disebut memantau tiap perkembangan dengan cermat. Ia masih dirawat di Rumah Sakit Palang Merah Chulalongkorn di Bangkok, tempat doa dan perhatian warga Thailand terus mengalir untuk sosok yang sebelumnya dikenal aktif di berbagai agenda kerajaan.
Pertanyaannya, berapa lama kondisi ini masih bisa dikelola? Tidak ada jawaban yang mudah, dan istana pun tidak menawarkan satu.