JUMAT, 25 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Putin Diundang ke G20 Miami, Kremlin Belum Beri Ke...

Internasional

Putin Diundang ke G20 Miami, Kremlin Belum Beri Kepastian

Washington resmi mengundang Putin ke KTT G20 Miami via Marco Rubio di sela Sidang PBB, sementara Moskow menyambut undangan itu tapi masih menimbang format kehadirannya.

Kremlin Sambut Undangan AS untuk Putin Hadiri KTT G20 di Miami

Marco Rubio baru saja keluar dari ruang pertemuan bilateral dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov ketika ia mengonfirmasi kabar yang langsung memantik perhatian dunia: Amerika Serikat secara resmi mengundang Presiden Vladimir Putin untuk hadir di KTT G20 Miami, Desember mendatang.

Undangan itu disampaikan Rubio kepada wartawan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, Kamis (24/9). Bukan basa-basi diplomatik biasa. Ini pertama kalinya Washington secara terbuka mengajak Putin duduk semeja dengan Trump dan para pemimpin dunia lainnya sejak keduanya terakhir bertemu langsung pada 2025.

"Untuk menyelesaikan masalah, Anda harus bertemu dengan orang-orang yang tidak sependapat atau memiliki perselisihan dengan Anda. Karena itu, kami mengundang Presiden Putin ke KTT G20," kata Rubio.

Moskow menyambut undangan ini dengan nada hangat tapi hati-hati. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan pemerintah Rusia berterima kasih atas gestur Washington tersebut, namun keputusan soal format kehadiran Putin, langsung atau virtual, masih akan dibahas melalui jalur diplomatik. "Kami akan menentukan posisi kami mengenai apakah akan berpartisipasi dalam acara tersebut atau tidak dan membahasnya melalui jalur diplomatik," kata Peskov. Belum ada kepastian.

Konteks geopolitik di balik undangan ini tidak sulit dibaca: konflik Rusia-Ukraina kini memasuki tahun keempat dan Washington, agaknya, sudah kehilangan kesabaran. Rubio menegaskan forum G20 Miami dirancang sebagai momentum bagi Putin untuk berdialog langsung dengan Trump, sekaligus mencari jalan keluar dari kebuntuan yang sudah menelan biaya manusia dan ekonomi yang tidak kecil.

Sebagai langkah awal, Washington mendorong skema gencatan senjata parsial yang menyasar sektor energi. Rubio mengklaim kedua pihak, Moskow maupun Kyiv, telah menunjukkan minat awal terhadap kesepakatan perlindungan fasilitas energi ini. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi kesiapan Kyiv menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia, dengan syarat Moskow melakukan hal serupa. Sikap itu muncul setelah Zelensky berdiskusi langsung dengan Trump, yang menekankan pentingnya mengakhiri perang sebelum musim dingin tiba.

Di Dewan Keamanan PBB, Lavrov bicara lain. Menlu Rusia itu menegaskan Moskow belum berencana menghentikan operasi militernya dalam waktu dekat, sambil menuding negara-negara Eropa hanya memanfaatkan jeda gencatan untuk memperkuat pasokan senjata ke Kyiv. Keras. Kontradiksi yang mencolok dengan nada undangan yang baru saja diterima Kremlin.

Pertanyaannya, seberapa jauh Moskow bisa bermain di dua meja sekaligus?

51 negara, termasuk Prancis, Inggris, Jepang, dan Kanada, menerbitkan pernyataan bersama yang mengecam gangguan Rusia terhadap jalur perdagangan biji-bijian di Laut Hitam. Tekanan multilateral yang bisa jadi ikut memengaruhi kalkulasi Kremlin soal perlu-tidaknya Putin muncul di Miami.

Apakah Miami menjadi titik balik sungguhan, atau sekadar babak baru dalam drama diplomatik yang sudah panjang ini, kalau data diplomasi terakhir bisa dijadikan pegangan, jawabannya belum jelas. Pasar energi dan komoditas global mencermati.