KAMIS, 1 OKTOBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  Purbaya: HUT ke-81 RI Jadi Batu Loncatan Ekonomi T...

Ekonomi

Purbaya: HUT ke-81 RI Jadi Batu Loncatan Ekonomi Tumbuh Lewati 6%

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut peringatan kemerdekaan ke-81 sebagai momentum kebangkitan, sambil berharap pertumbuhan ekonomi 2027 bisa melampaui target 6% yang dipatok dalam RAPBN.

Purbaya Berharap HUT 81 RI Jadi Awal Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Pukul 07.00 WIB, Lapangan Gedung AA Maramis II, Jakarta Pusat sudah penuh barisan. Upacara HUT ke-81 Republik Indonesia di lingkungan Kementerian Keuangan berlangsung khidmat, dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berdiri sebagai inspektur upacara, lengkap dengan busana adat Jawa: beskap hitam berbordir motif flora, kain batik cokelat tua, blangkon senada, celana panjang hitam, dan selop sebagai alas kaki. Bukan pilihan busana yang sering terlihat di kalangan pejabat fiskal.

Jajaran pimpinan Kemenkeu hadir lengkap. Dua Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara dan Juda Agung, berbaris bersama Sekretaris Jenderal Robert Leonard Marbun. Deretan Dirjen pun ikut: Bimo Wijayanto dari Pajak, Djaka Budhi Utama dari Bea dan Cukai, Suminto dari Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, hingga Sudarto dari Anggaran dan Astera Primanto Bakti dari Perbendaharaan.

Seusai upacara, Purbaya langsung menyentuh angka yang sedang ramai diperbincangkan. Target pertumbuhan ekonomi 6% dalam RAPBN 2027. "Presiden mengharapkan tahun depan pertumbuhan ekonomi 6%. Mudah-mudahan kita bisa lebih dari itu," katanya. Optimistis, setidaknya itu klaim manajemen fiskal kita pagi ini.

Bukan tanpa beban. Indonesia belum pernah benar-benar mengunci angka 6% secara konsisten sejak komoditas booming lebih dari satu dekade lalu. Purbaya agaknya paham betul bobot ekspektasi itu. Momentum kemerdekaan ia pilih sebagai ruang untuk menanam narasi kebangkitan. "Hari ini kita harapkan awal dari kebangkitan Indonesia yang lebih baik," tegasnya.

Patut dicatat: ini pertama kali Purbaya memimpin upacara kemerdekaan di Kemenkeu. Ia menggantikan Sri Mulyani Indrawati yang dicopot dari jabatan Menteri Keuangan pada September 2025 setelah lebih dari satu dekade menjadi wajah fiskal Indonesia. Transisi sekaliber itu tidak bisa dianggap enteng oleh pasar, dan pesan optimisme tampaknya jadi kartu pertama Purbaya di momen simbolis ini.

Satu catatan lain keluar dari mulutnya: soal bencana alam yang kerap menggerus anggaran. Ia berharap intensitasnya bisa berkurang, meski pemerintah tetap menyiapkan dana khusus untuk penanggulangan. Pernyataan itu terasa relevan, karena Nusa Tenggara Timur baru saja diguncang gempa M 7,7.

Bagi investor, pesan hari ini sederhana. Kemenkeu di bawah Purbaya memasang target ambisius dan ingin berlari lebih cepat. Apakah APBN 2027 punya cukup ruang untuk mendorong mesin pertumbuhan itu? Jawabannya baru akan terlihat dari realisasi belanja dan penerimaan negara di kuartal-kuartal mendatang, kalau data itu bisa dipercaya.