Satuan kepolisian level sektor pun kini bergerak ke lapangan, langsung menyentuh titik-titik yang paling rentan diincar pelaku kejahatan: area perbankan.
Sabtu (9/5/2026), Polsek Pucuk menggelar patroli dialogis di kantor Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang masuk wilayah hukumnya. Dipimpin Aiptu Ilham bersama sejumlah personel, patroli ini bukan sekadar lewat dan melambaikan tangan. Ada dialog, ada pengecekan langsung, ada pesan yang disampaikan tatap muka ke petugas keamanan di lapangan.
Sasarannya spesifik. Tiga jenis kejahatan jadi fokus: pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan aksi penipuan yang menyasar nasabah. Bukan ancaman baru, memang, tapi intensitasnya cenderung merangkak naik di area dengan lalu lintas transaksi tunai yang tinggi.
Bripka Saeri, salah satu personel yang ikut patroli, menyampaikan arahan langsung kepada satpam yang berjaga. "Kami menekankan kepada petugas satpam agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan tidak lengah. Perhatikan setiap gerak-gerik orang yang mencurigakan di area parkir maupun di dalam ruang ATM," katanya.
Ruang ATM memang sering jadi titik buta pengawasan. Di sanalah modus skimming atau intimidasi terhadap nasabah bisa terjadi dalam hitungan detik, tanpa ada yang sadar.
Tim kepolisian juga memeriksa sisi teknis. CCTV jadi perhatian utama, karena kualitas rekaman yang buruk kerap membuat pengusutan kasus jadi lambat atau buntu. Pihak bank diimbau memastikan seluruh kamera pengawas aktif dan menghasilkan gambar yang layak dijadikan alat bukti. Sistem keamanan fisik lainnya turut dicek untuk memastikan semua perangkat berfungsi optimal.
Langkah ini agaknya sederhana. Tapi efek jera dari kehadiran fisik aparat di lokasi perbankan jauh lebih nyata ketimbang sekadar imbauan tertulis yang ditempel di dinding.