Sony Interactive Entertainment menetapkan 2 Juni 2026 sebagai tanggal State of Play berikutnya, presentasi gaming yang kali ini tampil dengan durasi lebih dari 60 menit dan satu nama besar di bagian paling atas rundown: Marvel's Wolverine.
Sejak pertama kali diumumkan, game besutan Insomniac Games ini sudah jadi semacam white whale bagi komunitas PlayStation. Trailer sinematik yang muncul di acara serupa pada 2025 lalu memang berhasil membakar ekspektasi, tapi hampir tidak menunjukkan apa-apa soal gameplay sungguhan. Kali ini, agaknya Sony tidak ingin mengulangi strategi setengah-setengah itu. Wolverine dijadwalkan tampil sebagai pembuka acara dengan sajian detail mekanisme pertarungan dan elemen gameplay yang lebih konkret.
Ada satu angka yang langsung bikin kalender dibuka: 15 September 2026. Tanggal rilis eksklusif PS5 untuk Marvel's Wolverine akhirnya terkonfirmasi, menjadikan presentasi bulan Juni ini bukan sekadar pemanasan, melainkan tembakan startir untuk marketing besar-besaran sebelum game itu benar-benar mendarat di tangan pemain.
Reputasi Insomniac tidak perlu lagi dipertanyakan. Studio yang sama melahirkan dua seri Spider-Man yang sukses secara komersial maupun kritikal, dan kini diminta mengulang resep serupa untuk Logan. Ekspektasinya setinggi itu. Sony sepertinya sadar betul bahwa State of Play ini harus bisa menjawab, bukan sekadar memancing.
Selain Wolverine, Sony memastikan ada pengumuman lain untuk sejumlah judul PS5 yang belum disebutkan secara spesifik. Bagi yang kurang tertarik dengan semesta Marvel, masih ada ruang untuk kejutan lain di sisa durasi acara.
Soal akses, siaran langsung bisa disaksikan melalui YouTube dan Twitch mulai pukul 14.00 PT atau 17.00 ET. Sony juga menyediakan terjemahan bahasa Jepang selama presentasi berlangsung. Lebih jarang dilakukan untuk sebuah acara gaming digital: Sony menggandeng jaringan bioskop Alamo Drafthouse untuk menggelar nonton bareng gratis di beberapa kota besar Amerika Serikat.
Satu catatan khusus buat para content creator dan co-streamer. Sony secara eksplisit mengingatkan soal potensi musik berlisensi dalam siaran yang bisa mengganggu VOD atau arsip video. Kutipan resmi dari pihak perusahaan berbunyi, "Please note that this broadcast may include copyrighted content (e.g. licensed music) that Sony Interactive Entertainment does not control." Sony menyarankan agar segmen berisi musik berhak cipta dihilangkan sebelum konten diunggah ulang, klaim yang tetap perlu diikuti dengan hati-hati mengingat algoritma platform streaming yang makin agresif soal deteksi hak cipta.
Satu jam lebih, satu game utama, satu tanggal rilis yang sudah lama dinanti. Cukup atau tidak, pasar yang akan menilai.