Transaksi senilai Rp1,81 triliun itu terjadi hanya dalam sehari, 12 Agustus 2026, menjadikannya salah satu pembelian saham oleh orang dalam terbesar yang tercatat di bursa sepanjang pekan ini.
Direktur PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) Phillip Tjipto membeli 1,45 miliar lembar saham IMPC di harga Rp1.250 per saham. Kepemilikannya langsung melejit dari sebelumnya 158,85 juta saham atau 0,29%, menjadi 1,61 miliar saham atau 2,93%. Hampir sepuluh kali lipat. Dalam sekali transaksi.
Manajemen IMPC menyebut tujuan transaksi ini sebagai investasi dengan kepemilikan langsung. Framing yang standar, memang, tapi skala transaksinya jelas bukan sesuatu yang bisa dianggap sebelah mata. Agaknya ini sinyal kepercayaan diri terhadap prospek emiten bahan bangunan dan plastik ini, walau klaim semacam itu tentu perlu waktu untuk dibuktikan.
Yang tidak kalah menarik adalah pergerakan berlawanan dari pihak lain. PT Tunggal Jaya Investama, pemegang saham besar IMPC, melepas 1,45 miliar saham di harga yang sama, Rp1.250 per saham, pada tanggal yang sama pula. Tunggal Jaya sempat membeli 900.000 saham di Rp1.567 dan 1,3 juta saham di Rp1.474 pada 10 dan 11 Agustus 2026, tapi net-nya tetap negatif. Porsi Tunggal Jaya menyusut dari 39,76% menjadi 37,12%, atau dari sekitar 21,8 juta lot menjadi 20,38 juta lot.
Ada semacam perpindahan kepemilikan dari tangan institusi ke tangan direktur secara langsung. Entah kebetulan atau tidak, timing dan harga transaksinya persis sama.
Aksi borong oleh orang dalam tak hanya terjadi di IMPC. Djap Tet Fa, anggota direksi PT Astra International Tbk. (ASII), membeli 500.000 saham di harga Rp4.825 per saham pada 12 Agustus 2026, dengan nilai transaksi sekitar Rp2,41 miliar. Kepemilikannya naik dari 3 juta menjadi 3,5 juta saham.
Andry Hakim mengakumulasi 22,76 juta saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk. (CBRE) di harga Rp700 per saham pada 6 Agustus 2026, senilai sekitar Rp15,93 miliar, mendorong porsinya dari 5,07% ke 5,57%. Di PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX), PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. memborong 18,05 juta saham di Rp1.281 per saham, nilai transaksi Rp23,12 miliar, sehingga kepemilikannya naik dari 29,56% menjadi 30,11%.
Sejumlah pembelian lebih kecil juga tercatat: Yustinus Immanuel Herawan dari direksi PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) menyerap 60.000 saham di Rp710, komisaris PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (GOOD) Hartono Atmadja menambah 1 juta saham di Rp400 per saham, dan PT Arthakencana Rayatama selaku pemegang saham mayoritas PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) menyerap 4,01 juta saham di Rp1.395 per saham.
Minggu ini memang ramai akumulasi dari kalangan internal emiten. Tapi dari semua yang tercatat, transaksi Phillip Tjipto di IMPC tetap yang paling mencolok, baik dari nilai maupun lompatan persentase kepemilikannya. Konteksnya: Rp1,81 triliun itu lebih besar dari gabungan seluruh pembelian orang dalam lain yang terpantau pekan ini. Angka yang tidak main-main.