MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Pesawat Sport Hantam China Zun, Gedung Tertinggi B...

Internasional

Pesawat Sport Hantam China Zun, Gedung Tertinggi Beijing: Pilot Tewas, 13 Terluka

Sebuah pesawat ringan Sunward SA60L Aurora menabrak Menara CITIC setinggi 528 meter di pusat bisnis Beijing pada Jumat sore, menewaskan pilotnya dan melukai 13 orang di sekitar lokasi.

Pesawat Ringan Tabrak Gedung Tertinggi Beijing

Pukul 17.55 waktu Beijing, Jumat (26/6/2026), sebuah pesawat sport bermesin tunggal jenis Sunward SA60L Aurora menghantam fasad kaca Menara CITIC. Gedung 108 lantai setinggi 528 meter itu mendominasi cakrawala pusat bisnis ibu kota China. Sang pilot tewas seketika. Tiga belas orang lainnya mengalami luka-luka.

Pemerintah Distrik Chaoyang baru mengeluarkan pernyataan resmi keesokan harinya, Sabtu, mengonfirmasi insiden tersebut tanpa menyebut nama gedung secara eksplisit maupun identitas pilot. Penyelidikan, kata mereka, masih berlangsung.

Seorang kurir yang berada di dekat lokasi mengaku kepada Reuters mendengar suara benturan amat keras sesaat sebelum pukul 6 sore. "Suaranya sangat keras, lebih keras daripada suara kembang api," katanya. Dia sempat merekam video pesawat yang mencuat dari dinding gedung, tapi kemudian menghapusnya karena takut ketahuan polisi. Foto-foto dari AP memperlihatkan dua panel kaca besar yang hilang dari fasad gedung, meninggalkan lubang yang sudah ditutup sementara pada Sabtu.

Data Flightradar24 menunjukkan pesawat lepas landas dari Bandara Shifosi, sekitar 50 kilometer di sebelah timur Beijing, lalu bergerak ke arah barat sebelum lintasannya berakhir persis di lokasi kecelakaan. Pesawat itu dioperasikan oleh Shuangyue General Aviation, perusahaan yang bergerak di bidang pelatihan pilot, wisata udara, dan fotografi udara. Nomor registrasinya, B-12PP, sempat terekam sebagian di foto puing-puing yang beredar di media sosial sebelum gambar-gambar itu raib.

SA60L bukan pesawat sembarangan di pasar domestik China. Produk Starair Aircraft dari Provinsi Hunan ini menguasai lebih dari 70 persen segmen pesawat sport ringan di negara itu, dengan kecepatan jelajah maksimum 220 kilometer per jam dan berat lepas landas maksimum hanya 600 kilogram. Seukuran mobil, kata seorang kurir di lokasi. Pesawatnya bahkan diekspor ke Amerika Serikat dan Australia.

Pertanyaannya, bagaimana pesawat ini bisa terbang di atas Beijing? Wilayah udara ibu kota China termasuk yang paling ketat di dunia. Izin terbang pesawat ringan di sana membutuhkan persetujuan ganda dari Administrasi Penerbangan Sipil China dan Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat. Sejak Mei lalu, Beijing bahkan sudah melarang pembelian, penyewaan, dan penerbangan drone tanpa izin, menyusul pembatasan serupa yang diumumkan pada April sebelumnya.

Menara CITIC bukan sekadar gedung pencakar langit. Berfungsi sebagai kantor pusat konglomerat milik negara CITIC Group, gedung yang juga dikenal sebagai China Zun ini berdiri di kawasan pusat bisnis Beijing, sekitar 6 kilometer dari Kota Terlarang dan hanya 20 menit berkendara dari Zhongnanhai, kompleks kepemimpinan tertinggi Partai Komunis China.

Respons aparat di lapangan terbilang cepat. Polisi memblokade jalan, melarang pengambilan foto, bahkan memerintahkan warga menghapus gambar yang sudah terlanjur diambil. Seorang wartawan lokal diusir dari lokasi. Hampir bersamaan, unggahan soal insiden ini di platform media sosial China, termasuk Xiaohongshu, menghilang satu per satu. Pencarian nama gedung di aplikasi tersebut pada Sabtu hanya menampilkan konten bertanggal Kamis.

"Saya lihat unggahan itu, tetapi segera dihapus. Jadi, saya datang langsung saja ke lokasi," cerita seorang warga bernama Anna kepada CNN. Agaknya bukan hanya dia yang penasaran.

Media pemerintah, termasuk CCTV yang kantornya berjarak tidak jauh dari lokasi kejadian, memilih bungkam. Pemerintah pusat belum mengeluarkan pernyataan resmi apa pun. Pola ini, entah kebetulan atau tidak, mengingatkan pada kecelakaan Boeing 737-800 milik China Eastern di Guangxi pada 2022 yang menewaskan 132 orang, kecelakaan udara paling mematikan China dalam beberapa dekade. Penjelasan resmi soal penyebabnya tak pernah datang hingga hari ini.

Insiden semacam ini langka di Beijing. Dalam dua dekade terakhir, kecelakaan pesawat kecil di ibu kota hanya terjadi segelintir kali: helikopter wisata jatuh pada Juli 2022 menewaskan dua pilot, helikopter sipil di Chaoyang pada 2018 melukai empat orang, helikopter pelatihan di Waduk Miyun pada 2015 merenggut dua nyawa, dan helikopter polisi yang jatuh saat latihan pada 2011 menewaskan empat awak.

Kali ini yang jatuh bukan helikopter. Melainkan pesawat sport seukuran mobil, menghantam simbol finansial Beijing tepat saat jam pulang kantor. Kapan pertanyaan soal bagaimana dan mengapa ini terjawab, kalau bisa dipercaya riwayat transparansi Beijing, bisa jadi tidak akan segera.