Segmen smartphone di bawah Rp3 juta sedang ramai. Tecno dan Infinix, dua merek yang dulu sering dianggap sebelah mata, kini dengan percaya diri melempar spesifikasi yang membuat beberapa ponsel "premium" lama terlihat kelelahan.
Ambil contoh Tecno Spark 40 Pro. Di 2026, ini bukan sekadar iterasi biasa. Layarnya hadir dengan resolusi 1.5K dan refresh rate 144Hz, dilindungi Gorilla Glass 7i yang biasanya hanya ditemukan di perangkat flagship. Baterainya 5200 mAh, mengisi dengan daya 45W, dan semuanya dikemas dalam bodi setebal 6.7 mm. Tipis. Sangat tipis untuk kelasnya.
Kalau dibanding Spark 30 Pro, lompatan kualitasnya terasa dramatis. Bukan sekadar upgrade kosmetik, melainkan pergeseran kategori. Spark 30 Pro bukan ponsel buruk, tapi di saat Android 15 sudah jadi standar baru dan layar 144Hz makin terjangkau, mempertahankan Spark 30 Pro di 2026 agaknya seperti mempertahankan argumen yang sudah kalah.
Satu catatan jujur soal Spark 40 Pro: penamaan chipset "Ultimate"-nya terasa seperti marketing yang kebablasan. Performanya tidak semenarik namanya, dan kameranya justru mengalami penyusutan sensor dibanding generasi sebelumnya. Angka yang patut dicermati, terutama bagi yang menjadikan kamera sebagai pertimbangan utama.
Infinix Note 50 4G juga layak masuk radar. Berbagi chipset yang sama dengan Tecno Camon 40, tapi Infinix melempar dua keunggulan yang susah diabaikan: wireless MagCharge dan layar 144Hz. Untuk segmen harganya, itu bukan hal kecil. Camon 40 mungkin punya branding lebih kuat di lini Tecno, tapi Note 50 memenangkan pertarungan utilitas.
Tecno Pova 7 4G konteksnya sedikit berbeda. Di 2026, membeli ponsel 4G-only sudah kompromi yang berat. Tapi kalau terpaksa, Pova 7 setidaknya memberi kompensasi yang masuk akal: baterai 7000 mAh dengan kemampuan reverse charging, pengisian 45W, dan Android 15 langsung dari kotak. Badannya gemuk di 9.3 mm, tapi ini alat kerja keras yang tidak akan minta di-charge dua kali sehari. Spark 30 Pro kalah telak di sini.
Yang paling mengejutkan, bisa jadi, adalah ketika Tecno Camon 40 Pro 5G berhadapan dengan iPhone 12. Dua tahun lalu pertanyaan itu mungkin terasa tidak perlu dilontarkan. Kini iPhone 12 sudah enam tahun usianya, dan spesifikasinya mencerminkan angka itu: layar 60Hz, baterai kecil, tanpa dukungan 5G di beberapa varian. Camon 40 Pro 5G datang dengan layar 144Hz, baterai 5200 mAh, kamera yang relevan dengan standar 2026, dan harga yang jauh lebih bersahabat. Branding Apple tetap kuat. Tapi di atas kertas, pertarungan ini tidak seimbang.
Ekosistem entry-to-mid range di 2026 tidak memberi ruang untuk loyal tanpa alasan. Baik Tecno maupun Infinix kini bermain di level yang serius, dan siapapun yang masih menenteng iPhone 12 demi gengsi perlu menghitung ulang ongkos kompromisnya.