MINGGU, 4 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Penusukan di Restoran Jepang Shanghai Picu Desakan...

Internasional

Penusukan di Restoran Jepang Shanghai Picu Desakan Diplomatik Tokyo

Seorang pria bersenjata pisau melukai dua warga Jepang dan satu warga China di restoran Jepang kawasan Pudong, Shanghai. Tokyo langsung mendesak Beijing memberi jaminan keselamatan warganya.

Penusukan di Restoran Jepang di Shanghai, 3 Orang Luka | NHK WORLD-JAPAN News

Dua pria Jepang dan seorang wanita China terluka setelah seorang pria bersenjata pisau buah menyerang pengunjung restoran Jepang di gedung perkantoran kawasan Distrik Pudong, Shanghai, Selasa (19/5/2026). Ketiganya langsung dilarikan ke rumah sakit, kondisi mereka hingga kini belum diungkap secara resmi.

Pelaku, Yang, 59 tahun, ditangkap di lokasi. Saat diamankan, ia berbicara tidak jelas dan menunjukkan perilaku tidak stabil. Polisi menyebut ia punya riwayat gangguan kesehatan mental.

Gelombang diplomatik langsung menyusul. Konsulat Jepang di Shanghai membenarkan dua warganya menjadi korban dan memastikan keduanya tengah mendapat perawatan intensif. Juru bicara konsulat menyatakan, "Pemerintah Jepang telah meminta pemerintah China untuk mengklarifikasi fakta dan memberikan penjelasan yang jelas, serta memastikan keselamatan dan keamanan warga negara Jepang."

Tidak berhenti di sana. Juru bicara pemerintah Jepang Minoru Kihara memastikan Tokyo sudah bergerak cepat, termasuk menerbitkan peringatan konsuler bagi seluruh warga Jepang di China. "Pemerintah akan terus, sambil menjaga kontak dengan pihak-pihak terkait, memberikan semua dukungan yang mungkin dari sudut pandang melindungi warga negara Jepang," ujarnya.

Sensitif. Itulah kata yang paling tepat untuk menggambarkan momen insiden ini. Hubungan Tokyo-Beijing sedang tidak dalam kondisi terbaik setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan kemungkinan intervensi militer jika Beijing menyerang Taiwan. Bisa jadi ini kejahatan biasa oleh individu yang tidak stabil, tapi momentum politiknya, entah kebetulan atau tidak, sama sekali tidak menguntungkan bagi siapa pun.

Rabu (20/5/2026), situasi di sekitar lokasi restoran sudah kembali tenang. Penyelidikan otoritas setempat masih berlangsung.