SABTU, 10 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Penumpang Ryanair Nyaris Tersedot Keluar Jendela y...

Internasional

Penumpang Ryanair Nyaris Tersedot Keluar Jendela yang Copot di Udara, Pesawat Mendarat Darurat di Thessaloniki

Penerbangan Ryanair dari Thessaloniki menuju Jerman berubah menjadi mimpi buruk setelah jendela pesawat Boeing 737 NG terlepas di udara, membuat seorang penumpang asal Serbia berusia 61 tahun nyaris tersedot keluar kabin sebelum diselamatkan sesama penumpang.

Penumpang Tersedot Keluar Jendela Pesawat yang Lepas

Enam menit. Itu saja waktu yang dibutuhkan sebelum segalanya berantakan di ketinggian 15.000 kaki.

Penerbangan Ryanair dari Thessaloniki, Yunani, menuju Bandara Memmingen, Jerman, pada Jumat (10/7/2026) pagi berubah menjadi kekacauan saat dentuman keras menggelegar di kabin Boeing 737 NG. Masker oksigen berjatuhan dari langit-langit, pesawat kehilangan ketinggian, dan seorang penumpang pria warga Serbia berusia 61 tahun tersedot sebagian keluar melalui jendela yang terlepas sebelum penumpang lain berhasil menariknya kembali ke dalam. Sekitar satu jam setelah lepas landas, pesawat mendarat darurat kembali di Thessaloniki, setelah sempat terjun dari 15.000 kaki ke 6.000 kaki berdasarkan data Flightradar24.

Salah satu penumpang yang hanya disebut bernama Christina menuturkan suasana kabin kepada Radio Thessaloniki. "Sebagian besar orang tertidur. Kami mendengar suara, saya pikir seperti ban meledak, tetapi sangat keras. Kami langsung tahu pesawat kehilangan tekanan karena kami kehilangan ketinggian," tuturnya. Penumpang lain yang juga berbicara kepada radio yang sama menggambarkan hal lebih dramatis: kepala dan bahu pria Serbia itu sudah berada di luar pesawat sebelum orang-orang di sekitarnya bertindak cepat.

Penyebabnya, berdasarkan laporan media lokal Yunani dan dua sumber bandara yang dikonfirmasi Reuters: kegagalan mesin yang tidak terkendali. Bilah kipas atau komponen internal mesin diduga lepas, menembus badan pesawat, dan menghantam jendela penumpang hingga hancur. Dekompresi kabin terjadi dalam hitungan detik. Cukup kuat untuk menyedot tubuh manusia.

Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Universitas AHEPA di Thessaloniki. Konsulat Serbia memastikan kondisinya tidak mengancam jiwa, sementara pejabat rumah sakit yang enggan disebut namanya menyebut pria itu mengalami cedera leher, bahu, dan luka bakar akibat gesekan.

Ryanair mengonfirmasi insiden lewat pernyataan resmi yang minim detail. "Pesawat mendarat normal dan penumpang kembali ke terminal," begitu bunyi pernyataan maskapai asal Irlandia itu. Tidak ada penjelasan soal mesin, tidak ada keterangan penyebab. Pesawat pengganti disediakan untuk menerbangkan penumpang ke Jerman.

Ada satu hal yang agaknya luput dari perhatian publik: sehari sebelum insiden ini, pesawat yang sama juga sempat berbalik ke Thessaloniki tak lama setelah lepas landas dalam penerbangan menuju Sarajevo pada Kamis (9/7/2026). Penyebab insiden sebelumnya belum diketahui, tapi polanya cukup mencolok.

Seluruh armada Boeing 737 NG Ryanair menggunakan mesin CFM56 buatan CFM International, perusahaan patungan antara General Electric dan Safran SA dari Perancis. CFM memilih bungkam saat dimintai komentar. Boeing menyatakan siap mendukung investigasi. NTSB Amerika Serikat mengonfirmasi telah diberi tahu bahwa penerbangan berbalik arah akibat masalah mesin kanan dan dekompresi kabin, sementara FAA memastikan tipe pesawat adalah 737 NG, bukan varian MAX. Investigasi formal dipimpin otoritas North Macedonia, wilayah udara tempat insiden berlangsung.

Bagi yang mengikuti sejarah keselamatan penerbangan, kejadian ini terasa seperti déjà vu yang menyeramkan. Pada 2018, bilah kipas mesin Southwest Airlines pada Boeing 737 NG patah dan menyebabkan jendela pecah. Seorang penumpang berusia 43 tahun tersedot sebagian keluar dan tewas, menjadi korban jiwa pertama dalam kecelakaan maskapai AS selama sembilan tahun. Tammie Jo Shults, pilot Southwest yang menangani insiden itu dengan tenang dan meraih penghargaan, mengaku terkejut melihat kesamaan kedua kejadian. "Mesinnya sama-sama mati. Ada kerusakan eksternal. Bukan hanya mesin yang berhenti bekerja, sehingga ada lebih banyak hambatan," kata Shults dalam sebuah wawancara.

Setelah insiden Southwest 2018, NTSB meminta Boeing mendesain ulang struktur penutup kipas pada 737 NG. FAA bahkan mengeluarkan arahan pada 2023 yang mewajibkan Boeing merampungkan desain ulang itu paling lambat Juli 2028. Pesawat Ryanair yang terlibat dalam insiden ini dikirim ke maskapai pada 2008, artinya sudah mengudara hampir dua dekade.

Shye Gilad, mantan pilot yang kini mengajar di sekolah bisnis Universitas Georgetown, mengingatkan satu pelajaran sederhana. "Sabuk pengaman dapat membantu dalam beberapa detik pertama. Itu faktor penentu, dan orang-orang harus selalu mengenakan sabuk pengaman mereka," tegasnya. Dekompresi, jelasnya, menciptakan efek isap yang singkat tapi dahsyat sebelum tekanan kabin kembali stabil.

Pesawat masih tertahan di landasan Thessaloniki untuk pemeriksaan intensif. Pertanyaannya bukan lagi soal apa yang terjadi pada mesin CFM56 di penerbangan itu, tapi seberapa banyak Boeing 737 NG lain yang masih mengudara dengan komponen serupa, dan apakah tenggat Juli 2028 itu masih terasa cukup.