Ribuan rudal jelajah ludes di langit Iran. Pentagon kini harus mengisi ulang, dan kali ini caranya berbeda.
Departemen Pertahanan AS meneken perjanjian kerangka kerja dengan empat perusahaan teknologi pertahanan untuk memproduksi lebih dari 10.000 rudal jelajah berbiaya rendah dalam tiga tahun, 2027 hingga 2029. Program ini dinamai Low-Cost Containerized Munitions, atau LCCM. Bagi banyak pengamat, ini salah satu pergeseran paling tajam dalam strategi akuisisi amunisi Washington sejak lama.
Harga per unit rudal LCCM diperkirakan hanya beberapa ratus ribu dolar AS. Bandingkan dengan Tomahawk yang dibanderol lebih dari 2 juta dolar, atau sekitar Rp35 miliar per unit. Selama ini AS hanya mampu menyerap kurang dari 100 unit Tomahawk per tahun. Dengan LCCM, Pentagon bisa borong amunisi dalam hitungan ribuan tanpa anggaran jebol.
Empat nama yang digandeng Pentagon: Anduril Industries, Leidos, CoAspire, dan Zone 5. Masing-masing sudah mulai memodifikasi senjata yang ada untuk memenuhi kebutuhan program. Anduril dijadwalkan menyuplai minimal 1.000 unit Barracuda-500M per tahun. Leidos akan memproduksi sekitar 3.000 unit berbasis desain rudal Black Arrow. CoAspire hadir dengan rudal GHOST yang dicetak secara tiga dimensi, Zone 5 membawa sistem Rusty Dagger.
"Kami dapat mengembangkan varian rudal dalam hitungan bulan," kata Doug Denneny, CEO CoAspire. Klaim yang masih perlu dibuktikan di skala produksi massal, tapi jika terwujud, ini perubahan yang cukup drastis dari siklus pengadaan militer AS yang biasanya memakan bertahun-tahun.
Anduril juga tidak kalah percaya diri. "Kami memiliki fasilitas dan infrastruktur untuk mendukung peningkatan produksi hingga mencapai angka ribuan Barracuda-500 pada akhir tahun ini," tulis perusahaan tersebut.
Keunggulan taktis LCCM, kalau data ini bisa dipercaya, terletak pada fleksibilitasnya. Rudal-rudal ini dirancang untuk diluncurkan langsung dari kontainer pengiriman standar yang bisa dimuat ke kendaraan atau platform apa pun. Tidak perlu kapal perang, tidak perlu infrastruktur peluncuran yang rumit. Ini berbeda fundamental dari Tomahawk yang mensyaratkan kapal selam atau kapal perang sebagai platform peluncur.
Bukan cuma rudal murah. Pentagon turut mengamankan kontrak terpisah dengan startup Castelion untuk memproduksi rudal serangan hipersonik jarak jauh bernama Blackbeard. Kombinasi volume besar plus senjata hipersonik canggih mencerminkan pergeseran besar di bawah kepemimpinan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang mendorong model akuisisi bergaya komersial: cepat, kompetitif, dan tidak sandera pada kontraktor tradisional.
Fase pengujian dijadwalkan mulai Juni 2026. Masif, jika jadwal itu benar-benar dipegang.
Bagi pasar, perhatian wajar tertuju ke Leidos Holdings dan Anduril, dua pemain dengan porsi kontrak terbesar. Tapi yang agaknya lebih menarik dicermati adalah bagaimana LCCM mendorong gelombang startup pertahanan, yang sebelumnya bukan pemain utama Pentagon, masuk ke rantai pasokan militer AS secara serius. Pola klasik disrupsi industri, kali ini dengan ujung rudal.