KAMIS, 1 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Pemakaman Khamenei: Iran Kerahkan Jutaan Pelayat u...

Internasional

Pemakaman Khamenei: Iran Kerahkan Jutaan Pelayat untuk Seremoni Terbesar

Iran mempersiapkan seremoni pemakaman kolosal untuk Ayatollah Ali Khamenei dengan proyeksi kehadiran 15 hingga 20 juta pelayat, menjadikannya pemakaman kenegaraan terbesar yang pernah digelar negara Syiah itu.

Pemakaman Megah untuk Ayatollah Khamenei

Lima belas juta hingga dua puluh juta orang. Itulah angka yang disebut pejabat Iran ketika ditanya soal ekspektasi kehadiran pelayat dalam seremoni pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, sebuah angka yang jika terbukti akan menorehkan rekor baru dalam sejarah pemakaman kenegaraan di dunia.

Iran menetapkan libur nasional tiga hari, 4 hingga 6 Juli, untuk rangkaian upacara perpisahan yang berpusat di kompleks Grand Mosalla Teheran. "Upacara perpisahan dan doa untuk jenazah pemimpin yang gugur akan diadakan pada hari Sabtu dan Minggu, 4 dan 5 Juli, di Grand Mosalla Teheran, dan pemakaman akan diadakan pada hari Senin, 6 Juli, dan provinsi Teheran akan libur selama tiga hari ini," kata Komandan IRGC Hassan Hassanzadeh, yang bertanggung jawab atas seluruh upacara.

Grand Mosalla, atau secara resmi bernama Imam Khomeini Mosalla, bukan venue sembarangan. Kompleks di jantung kota ini selama puluhan tahun jadi panggung salat Jumat akbar, seremoni kenegaraan, dan pertemuan keagamaan berskala masif. Kini disiapkan untuk momen yang agaknya tidak akan terulang dalam generasi ini.

Gambar yang beredar menampilkan potret raksasa Khamenei yang sudah terpasang di dinding kompleks. Para pekerja mengelas struktur logam, crane mengangkat material di bawah sorot lampu, polisi berjaga dalam jumlah yang jauh dari biasanya. Beberapa ruas jalan utama Teheran sudah ditutup, memperparah kondisi lalu lintas yang memang sudah padat.

Jenazah almarhum tidak langsung dikebumikan. Setelah seremoni Teheran tuntas, prosesi berlanjut ke kota-kota suci Syiah di Irak, yakni Najaf dan Karbala, atas permintaan pemerintah Irak sendiri. Baghdad menjadwalkan upacara kenegaraan pada 8 Juli. Iran kemudian membawa jenazah ke Qom pada 7 Juli, sebelum akhirnya dimakamkan di Mashhad, kota kelahiran Khamenei di timur laut Iran, pada 9 Juli.

Khamenei wafat pada 28 Februari dalam usia 86 tahun, di kediamannya di pusat Teheran, tepat pada hari pertama perang berkecamuk. Ia meninggalkan kekosongan yang tidak kecil bagi negara yang lebih dari tiga dekade ia pimpin.

Satu pertanyaan yang menggantung: apakah Mojtaba Khamenei, putra mendiang yang kini menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, akan hadir dalam pemakaman ayahnya sendiri. Mojtaba, yang dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan AS-Israel, belum sekali pun muncul di depan publik sejak resmi dilantik. Pejabat Iran Pourjamshidian menjawab diplomatis bahwa kehadiran Pemimpin Tertinggi "bukanlah wewenang atau pengetahuan saya," dan bila ada rencana hadir, kantor Pemimpin Revolusi Islam yang akan mengumumkannya. Jawaban yang terasa lebih seperti penghindar ketimbang penjawab.