KAMIS, 1 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Pemakaman Khamenei: 20 Juta Pelayat, dan Satu Pert...

Internasional

Pemakaman Khamenei: 20 Juta Pelayat, dan Satu Pertanyaan yang Belum Terjawab

Seremoni pemakaman Ayatollah Ali Khamenei dijadwalkan dimulai Sabtu (4/7) di Teheran, dengan perkiraan 15-20 juta pelayat yang berpotensi menjadikannya pemakaman kenegaraan terbesar dalam sejarah Iran.

Iran Siap Gelar Pemakaman Megah untuk Ayatollah Khamenei

Teheran bergerak dengan kecepatan penuh mempersiapkan upacara terakhir untuk Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu. Foto-foto Khamenei berukuran jumbo sudah terpasang di seantero kompleks Grand Mosalla, sementara crane dan alat las bekerja siang-malam menyiapkan panggung pemakaman yang, menurut otoritas Iran, tidak akan tertandingi skala maupun simbolismenya.

Pemakaman ini sempat tertahan berbulan-bulan akibat eskalasi perang yang memuncak di Timur Tengah. Kini, dengan gencatan senjata antara Iran dan AS sudah ditandatangani meski masih rapuh, jenazah pemimpin 86 tahun itu akhirnya bisa dilepas secara resmi. Seremoni terbuka untuk publik dimulai Sabtu (4/7) dan berlangsung hingga Senin (6/7), dengan Teheran, Qom, serta Mashhad ditetapkan sebagai tiga kota seremoni utama.

Angka yang disebut panitia sungguh mencengangkan: 15 hingga 20 juta pelayat diperkirakan memadati rangkaian upacara ini. Kalau benar, Iran akan mencatat rekor pemakaman kenegaraan terbesar dalam sejarahnya sendiri, melampaui prosesi Ayatollah Khomeini pada 1989 yang kala itu menggerakkan jutaan orang turun ke jalanan Teheran. Skala yang, jujur saja, sulit dibayangkan.

Di lapangan, polisi sudah bersiaga dalam jumlah masif di sekitar Grand Mosalla, nama resminya Imam Khomeini Mosalla, kompleks yang selama ini menjadi arena salat Jumat akbar dan pertemuan keagamaan terbesar di Iran. Beberapa lajur jalan utama Teheran mulai ditutup, makin mengimpit kemacetan yang memang sudah kronik di ibu kota itu. Kantor pemerintah dan swasta diwajibkan libur tiga hari.

Kamis (3/7), satu hari sebelum seremoni publik dimulai, panitia menjadwalkan acara khusus bagi kepala negara dan utusan asing. Ali-Akbar Pourjamshidian, Sekretaris Panitia Pemakaman, memperkirakan perwakilan dari sekitar 30 negara akan hadir memberikan penghormatan terakhir.

Satu pertanyaan menggantung. Apakah Mojtaba Khamenei, putra mendiang sekaligus pemimpin tertinggi Iran yang baru, akan muncul di seremoni ini? Mojtaba dilaporkan terluka dalam serangan yang sama yang merenggut nyawa ayahnya, dan sejak diangkat sebagai pemimpin tertinggi, ia belum sekalipun tampil di hadapan publik. Pourjamshidian menjawab diplomatis saat didesak soal ini: "Masalah kehadiran Pemimpin Tertinggi bukanlah wewenang atau pengetahuan saya. Jika ada program, itu pasti akan diumumkan oleh Kantor Pemimpin Revolusi Islam."

Absennya Mojtaba dari ruang publik selama berbulan-bulan agaknya menjadi bahan bakar spekulasi tersendiri, bukan cuma soal kondisi kesehatannya, tapi juga soal apakah ia betul-betul sudah cukup kuat memegang kendali atas negara yang baru saja keluar dari perang. Entah kebetulan atau tidak, ketidakhadiran semacam ini di momen sepenting ini akan dibaca banyak pihak sebagai sinyal.

Setelah rangkaian upacara di Teheran tuntas, jenazah Khamenei akan dibawa ke kota-kota suci Syiah di Irak, Najaf dan Karbala, sebelum dimakamkan pada 9 Juli di kompleks Makam Imam Reza di Mashhad. Bukan pilihan sembarangan: Mashhad adalah tanah kelahiran Khamenei, dan kompleks Imam Reza adalah salah satu situs paling sakral dalam tradisi Syiah. Bagi jutaan pengikutnya, tidak ada tempat yang lebih layak.