Lima bulan. Hanya itu usia patung raksasa Lionel Messi di Kolkata sebelum pemerintah setempat memutuskan merobohkannya, bukan karena estetika yang memang sejak awal sudah diperdebatkan, tapi karena struktur besinya dinilai bisa melukai orang.
Monumen setinggi 70 kaki atau sekitar 21 meter itu resmi diperintahkan dibongkar menyusul inspeksi mendadak Departemen Pekerjaan Umum Kolkata pada Senin, 25 Mei 2026. Tim teknis menemukan dua masalah pokok: kekurangan pada konstruksi dan pusat gravitasi yang "tidak tepat". Kombinasi yang agaknya cukup untuk membuat siapa pun was-was berdiri di dekatnya.
Kegelisahan warga sebetulnya sudah menumpuk sejak bulan-bulan pertama. Penduduk sekitar melapor ke polisi bahwa patung itu kerap bergoyang dan bergetar setiap kali diterpa angin kencang. Bukan sekali-dua kali, tapi konsisten, sampai aduan resmi akhirnya dilayangkan ke Markas Polisi Lake Town. Sebagian warga mendesak perbaikan menyeluruh, sebagian lain sudah tidak sabar dan langsung minta relokasi permanen.
Sumber internal pemerintah yang enggan disebutkan namanya mengonfirmasi otoritas kini condong ke opsi pembongkaran total. Langkah preventif, begitu alasan resminya, sebelum terjadi kecelakaan yang tidak bisa ditarik kembali. Keputusan itu disetujui sesaat setelah hasil inspeksi keluar.
Patung ini awalnya didirikan untuk menyambut kunjungan Messi ke India pada akhir 2025, kunjungan pertama sang megabintang ke negeri Bollywood sejak 2011. Penghormatan yang dimaksudkan sebagai simbol kegembiraan publik atas momen langka tersebut. Bukan main antusiasmenya waktu itu.
Kontroversi muncul bahkan sebelum catnya kering. Banyak penggemar langsung mengernyitkan dahi begitu melihat wajah replika pemegang delapan Ballon d'Or itu, yang oleh banyak pihak dinilai sama sekali tidak mencerminkan paras asli kapten timnas Argentina tersebut. Komentar pedas berseliweran di media sosial, tapi saat itu monumen tetap berdiri.
Kunjungan Messi sendiri pun tidak kalah kontroversial. Sang bintang dikabarkan hanya hadir sekitar 20 menit di lokasi. Ratusan penggemar yang sudah antre berjam-jam meluapkan kekecewaan mereka secara terbuka, bak gayung bersambut dengan kritik soal patung yang sudah lebih dulu ramai.
Kini pemerintah Kolkata tidak punya banyak pilihan. Pertanyaannya: apakah ini benar-benar akhir dari proyek monumen Messi di sana, atau sekadar jeda sebelum versi yang lebih kokoh, dan mudah-mudahan lebih mirip aslinya, dibangun kembali?