SELASA, 29 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Panen Dividen Mei 2026: Yield Jumbo Hingga 19%, In...

Finansial

Panen Dividen Mei 2026: Yield Jumbo Hingga 19%, Ini Daftarnya

Tujuh emiten serentak mencairkan dividen pada 12 Mei 2026, sementara sejumlah saham lain masih menawarkan yield hingga nyaris 20% menjelang cum date pekan ketiga Mei.

Pekan ketiga Mei 2026 jadi momen lumayan buat investor yang gemar berburu dividen. Tujuh emiten serentak membayarkan dividen tunai tahun buku 2025 pada Rabu (12/5), sementara deretan saham lain masih membuka peluang dengan dividend yield yang, jujur saja, cukup menggiurkan.

Dari tujuh emiten yang mencairkan dividen kemarin, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) paling dermawan: Rp335 per saham. Di belakangnya ada PT Astra Graphia Tbk (ASGR) sebesar Rp211 per saham dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) Rp161,77 per saham. Sisanya, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membagikan Rp26,05 per saham, PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) Rp16 per saham, PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE) Rp10 per saham, dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) Rp7,61 per saham.

Angka nominal memang bervariasi, tapi yang lebih relevan buat keputusan investasi adalah dividend yield. Di situlah beberapa nama bikin mata terbelalak. PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) dan PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) sama-sama menawarkan yield 19,46 persen, tertinggi dalam pantauan pasar pekan ini. CITA akan membagikan Rp351 per saham dengan cum date 22 Mei, dihitung dari harga saham di level Rp3.500. PBID sedikit lebih cepat, cum date-nya jatuh 20 Mei dengan dividen Rp53 per saham.

Yield sebesar itu bukan angka yang sering muncul di pasar saham Indonesia. Bukan main. Deposito perbankan saat ini rata-rata 4-5 persen per tahun, jadi selisihnya bak langit dan bumi, meski tentu risiko keduanya tidak bisa disetarakan begitu saja.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) menyiapkan dividen Rp57 per saham dengan yield 19,03 persen, cum date 18 Mei. Di tanggal yang sama, PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) ikut masuk radar dengan yield 15,62 persen dari dividen Rp17 per saham. Dua nama dari sektor yang sama sekali berbeda, kebetulan berbagi jadwal.

Sejumlah nama lain melengkapi daftar ini. PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) menawarkan yield 15,5 persen dengan dividen Rp50 per saham, cum date 20 Mei. PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) di angka 15,04 persen dari dividen Rp110 per saham, dan PT Bayu Buana Tbk (BAYU) membukukan yield 14,93 persen dari dividen Rp100 per saham. Layak masuk watchlist bagi investor yang mengejar income.

Di segmen yield dua digit yang lebih moderat, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) menawarkan 11,56 persen dengan dividen Rp30 per saham. PT Medela Potentia Tbk (MDLA) di 10,18 persen dari dividen Rp13 per saham, sedangkan PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) menyiapkan Rp79 per saham dengan yield tepat 10 persen. Adapun PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL) menawarkan 6,98 persen dari dividen Rp200 per saham, dan PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) di angka 6,33 persen dari dividen Rp35 per saham. Masih di atas rata-rata instrumen fixed income, kalau data ini bisa dijadikan patokan.

Pertanyaannya, apakah yield jumbo itu otomatis berarti cuan? Tidak sesederhana itu. Harga saham kerap terkoreksi setelah cum date, dan dalam banyak kasus koreksinya justru lebih besar dari nilai dividen yang masuk kantong. Strategi dividend harvesting kedengarannya menarik di atas kertas. Hasilnya di lapangan? Kerap mengecewakan investor yang abai menghitung total return.