Belum genap sepekan Steam Controller terbaru beredar di tangan konsumen, Valve sudah harus berurusan dengan insiden logistik yang lumayan memalukan. Sejumlah kecil paket perangkat yang ditunggu komunitas gamer ini salah rute, mendarat di Britania Raya alih-alih ke tangan para pembelinya yang tersebar di negara-negara lain.
Kronologi ini mencuat setelah seorang pembeli asal Hungaria mengunggah keluhannya di Reddit. Dia memesan Steam Controller, tapi paketnya tak kunjung sampai. Setelah komplain ke Valve, perusahaan mengakui ada kekeliruan dalam sistem logistik mereka. Sebagian kecil unit, menurut pernyataan resmi Valve, memang salah rute dan perlu diproses ulang pengirimannya.
Sampai di sini, ceritanya masih biasa saja. Yang membuat postingan itu ramai adalah respons Valve berikutnya.
Alih-alih sekadar minta maaf dan janjikan pengiriman ulang, Valve menyertakan tawaran kompensasi: satu game gratis versi standar, dipilih sendiri oleh pembeli dari katalog Steam yang tersedia di wilayah mereka. Pembeli dari Hungaria tadi memilih Forza Horizon 6. Sumber lain menyebut 007 First Light juga masuk daftar pilihan yang tersedia, tergantung katalog regional masing-masing.
Satu hal perlu diingat: sebagian besar game di Steam bukan milik Valve. Perusahaan ini, dengan kata lain, rela menanggung biaya lisensi pihak ketiga semata demi menjaga kepuasan pelanggan yang kena imbas kesalahan logistik mereka. Berapa total tagihannya? Belum diungkap. Tapi kalau kasusnya tidak sedikit, angkanya pasti tidak main-main.
Reaksi komunitas gamer di Reddit? Bisa ditebak. "Kelihatannya Valve satu-satunya perusahaan yang memahami jika kamu memperlakukan pelanggan dengan pengertian kemanusiaan tingkat dasar, 'kehilangan' $$$ dalam game karena memberikannya kepada kamu justru membangun loyalitas di mana mereka akan berakhir menghabiskan uangnya kepada Steam dalam jangka waktu panjang," tulis salah satu pengguna. Yang lain menyebutnya "Average Valve W", idiom komunitas gamer untuk kemenangan kecil tapi bermakna. Ada pula yang nyentil kompetitor: "Dan perusahaan lain masih heran kenapa semua orang lebih memilih Steam ketimbang mereka."
Valve sendiri belum merilis angka resmi berapa unit yang terdampak. Perusahaan hanya menyebut "sejumlah kecil paket" dan menyarankan pembeli yang mengalami keterlambatan mencurigakan untuk menghubungi layanan pelanggan agar ditangani langsung.
Jujur saja, ini lebih dari sekadar insiden logistik. Semacam cermin retak dari industri yang terlalu sering merespons keluhan pelanggan dengan template permintaan maaf tanpa substansi. Valve memilih jalur berbeda. Apakah ini akan bertahan jadi standar, atau cuma momen bagus yang kebetulan viral? Pertanyaan yang patut dicermati kalau Steam Controller terus laku keras.