SENIN, 5 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  OnePlus 16 Dikabarkan Bawa Kamera 200MP, tapi Oxyg...

Tekno

OnePlus 16 Dikabarkan Bawa Kamera 200MP, tapi OxygenOS Mungkin Tamat

OnePlus 16 dikabarkan hadir dengan sensor 200MP yang lebih besar, namun kabar lain menyebut OxygenOS akan dihapus dan digabung ke ColorOS milik OPPO, sebuah perubahan yang bisa menggeser identitas OnePlus secara fundamental.

OnePlus 16 terungkap dengan kamera 200MP: Lompatan perangkat keras atau pengorbanan identitas?

Dua kabar soal OnePlus beredar hampir bersamaan. Keduanya layak dibaca bersama karena ceritanya saling melengkapi, dengan cara yang tidak selalu menyenangkan buat penggemar lama merek ini.

Dari sisi perangkat keras, OnePlus 16 disebut-sebut bakal membawa lompatan kamera yang cukup serius. Bocoran dari Digital Chat Station, leaker yang reputasinya cukup diperhitungkan di ekosistem smartphone China, menyebut sensor utama perangkat ini akan naik kelas dari 50 megapiksel ke 200 megapiksel. Ukuran fisiknya pun ikut membesar, dari 1/1,56 inci menjadi 1/1,4 inci. Bagi pengguna yang akrab dengan dunia fotografi mobile, angka-angka itu bukan sekadar spek di atas kertas: sensor lebih besar berarti lebih banyak cahaya masuk, dan foto di kondisi remang-remang biasanya ikut keangkat.

Angka 200 megapiksel memang terkesan agresif. Tapi ini bukan wilayah asing di segmen flagship Asia, Samsung Galaxy S24 Ultra dan beberapa seri Xiaomi sudah lebih dulu bermain di angka yang sama. OnePlus, agaknya, tidak mau ketinggalan terlalu jauh.

Nah, di situlah kabar kedua datang, dan ini yang lebih mengusik. Laporan dari Smartprix yang dikutip Gizmochina menyebut OxygenOS akan dihentikan. Bukan sekadar dirombak. Benar-benar dilebur ke dalam ColorOS milik OPPO, antarmuka yang selama ini jadi wajah ponsel-ponsel OPPO di seluruh dunia. Nasib serupa disebut menimpa Realme UI, antarmuka besutan Realme yang berdiri sendiri sebagai merek sejak 2018.

Bagi yang mengikuti perjalanan OnePlus dari awal, ini bukan petir di siang bolong. Sejak 2021, OnePlus dan OPPO sudah berbagi codebase yang sama. Secara teknis, ColorOS sudah mengerjakan sebagian besar pengembangan di balik layar, meski ponsel OnePlus tetap memakai label OxygenOS. Bedanya sekarang: label itu pun disebut akan ditanggalkan sepenuhnya.

OxygenOS punya tempat tersendiri di hati pengguna yang menyukai Android mendekati stock, minim bloatware, antarmuka bersih, responsif. Itulah yang dulu membedakan OnePlus dari ratusan merek China lainnya. Kalau itu hilang, yang tersisa hanyalah perangkat keras yang, jujur saja, bersaing ketat dengan puluhan pilihan lain di kisaran harga yang sama. Pertanyaannya, berapa banyak pengguna lama yang masih mau bertahan?

Realme agaknya tidak terlalu terdampak secara persepsi. Realme UI memang sudah sangat mirip dengan ColorOS sejak awal, jadi penggunanya barangkali tidak akan merasakan perubahan yang terlalu mencolok.

Satu catatan penting: belum ada konfirmasi resmi dari pihak OnePlus, Realme, maupun OPPO. Kapan perubahan ini berlaku pun belum jelas, termasuk apakah akan diterapkan seragam di semua pasar atau bertahap. OnePlus disebut akan semakin fokus ke India dan China, sementara Realme justru mundur dari pasar China untuk berkonsentrasi ke luar negeri.

Jadi begini. OnePlus 16 mungkin akan jadi ponsel dengan kamera terbaik yang pernah dibuat OnePlus. Tapi kalau OxygenOS benar-benar pergi, pertanyaan yang lebih besar adalah: apakah itu masih cukup untuk disebut OnePlus?