SELASA, 6 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Nubia Serbu Pasar Gaming Indonesia: Tiga Perangkat...

Tekno

Nubia Serbu Pasar Gaming Indonesia: Tiga Perangkat, Tiga Segmen, Satu Taruhan Besar

Nubia sekaligus meluncurkan tiga lini perangkat gaming di Indonesia pada 7 Juli 2026, mulai Neo 5 GT Special Edition hingga RedMagic 11S Pro, plus mengumumkan tablet flagship Red Magic Gaming Tablet 5 Pro untuk pasar global.

Red Magic Gaming Tablet 5 Pro Resmi, Tablet Gaming Flagship dengan Layar 185 Hz

Tiga perangkat sekaligus. Itulah taruhan Nubia di pasar Indonesia pertengahan 2026, ketika banyak vendor lain masih berhati-hati akibat tekanan harga komponen memori global.

Pada 7 Juli 2026, Nubia Indonesia resmi memperkenalkan RedMagic 11S Pro dan Nubia Neo 5 GT Special Edition secara bersamaan, dua smartphone gaming dengan segmen harga yang berbeda jauh. Belum cukup, brand ini juga sudah mengumumkan kedatangan Red Magic Gaming Tablet 5 Pro ke pasar global pada 17 Juli nanti, dengan nama Red Magic Astra 2 Gaming Tablet.

RedMagic 11S Pro adalah jagoannya. Dibanderol Rp18.999.000 untuk satu-satunya varian yang masuk Indonesia, yakni RAM 16 GB plus storage 512 GB, harga ini agaknya sengaja dibuat lebih kompetitif dari harga globalnya yang disebut berkisar Rp21.999.000. Dapur pacunya mengandalkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan clock speed ditingkatkan hingga 4,74 GHz, dipadukan chip RedCore R4 buatan Nubia sendiri yang menangani performa grafis, audio, dan respons haptic.

Layarnya AMOLED 6,85 inci beresolusi 2688 x 1216 piksel, refresh rate 144 Hz, touch sampling rate instan 3.000 Hz, kecerahan puncak 1.800 nits. Baterai 7.500 mAh dengan fast charging 80W, lengkap dengan fitur Charge Separation untuk menjaga suhu baterai tetap terkendali saat bermain sambil mengisi daya. Kamera belakang tiga sensor: utama 50MP dengan OIS, ultrawide 50MP, dan kamera depan 16MP yang ditanam di bawah layar supaya tampilan gaming bebas dari gangguan punch hole.

Yang bikin orang berhenti pertama kali melihatnya adalah desain belakang semi-transparan. Sistem pendingin AquaCore Liquid Cooling terlihat langsung dari luar, dengan aliran cairan pendingin yang mempertegas bahwa ini bukan sekadar klaim marketing. Ventilasi udara di bingkai kiri dan kanan melengkapi sirkulasi. Modul kamera belakang dibuat rata sempurna dengan bodi. Buat gamer yang sering pegang ponsel horizontal berjam-jam, detail ini bukan hal kecil.

Dalam sesi uji coba awal, RedMagic 11S Pro bahkan diklaim mampu menjalankan Ghost of Tsushima, judul yang dirancang untuk PC dan konsol. Klaim yang masih perlu dibuktikan dalam kondisi gaming marathon sesungguhnya, tapi setidaknya menunjukkan ke mana arah chipset mobile flagship saat ini. Kalau data ini bisa dipercaya, jarak antara ponsel dan konsol portabel makin tipis.

Sistem operasinya RedMagic OS 11.5 dengan fitur AI seperti Circle to Search, real-time translation, call subtitles, hingga dukungan Google Gemini.

Nubia Neo 5 GT Special Edition masuk dengan harga Rp5.999.000, menyasar gamer yang tidak mau keluar belasan juta tapi tetap ingin merasakan teknologi pendingin kelas atas. Perangkat ini menjadi yang pertama di bawah Rp10 juta yang menggabungkan Active Air Cooling dan Liquid Cooling dalam satu sistem terintegrasi, teknologi yang sebelumnya hanya ada di lini premium. Bukan pencapaian kecil.

Chipset-nya MediaTek Dimensity 7400 (4nm), baterai 6.210 mAh dengan pengisian 80W dan fitur Bypass Charging yang mengalirkan daya langsung ke motherboard saat gaming. Ada shoulder trigger 550 Hz yang diadopsi dari DNA RedMagic, bisa dikustomisasi untuk tombol tembak, bidik, skill, bahkan tombol foto. Area disipasi panas mencapai 33.652 mm², angka yang diklaim salah satu terbesar di kelasnya. Bonus AXIS Gaming Package dengan kuota hingga 300 GB turut disertakan, plus garansi resmi satu tahun dari Unicom Care dan komitmen update software hingga lima tahun.

Satu hal menarik: Nubia juga merilis Neo 5 GT MVP Edition secara bersamaan, varian bertema sepak bola dengan warna hijau lapangan, meski spesifikasi utamanya identik dengan Special Edition.

Adapun untuk tablet, Red Magic Gaming Tablet 5 Pro yang akan masuk pasar global bulan ini membawa spesifikasi yang bahkan lebih agresif dari dua ponsel di atas. Layar OLED 9,06 inci resolusi 2.4K dengan refresh rate adaptif hingga 185 Hz, frame interpolation hingga 144 fps untuk lebih dari 200 game, touch sampling rate 300 Hz dengan latensi sentuh 1 milidetik. Snapdragon 8 Elite Gen 5 di dalamnya didampingi chip RedCore R4 dan mesin optimasi Energy Cube 3.0.

Sistem pendinginnya diklaim pertama di industri tablet gaming: cairan fluorinated coolant mengalir melalui pompa mikro dalam pipa tertutup, dipadukan Liquid Metal 3.0 dan vapor chamber besar. Baterai 8.300 mAh dengan dua port USB-C untuk kenyamanan landscape, keduanya mendukung bypass charging. Di China, tablet ini sudah mendapat sertifikasi untuk turnamen esports resmi termasuk Wild Rift dan Arena Breakout. Harganya di China mulai 4.999 yuan atau sekitar Rp13,2 juta, dengan varian tertinggi 16GB/1TB di angka 6.999 yuan (sekitar Rp18,4 juta).

Tiga perangkat, tiga segmen, satu strategi. Nubia berjudi bahwa gamer Indonesia, dari yang berkantong tipis hingga yang tidak lihat harga, sama-sama lapar akan ekosistem gaming yang serius. Pertanyaannya, berapa lama selera itu bisa mereka jaga di pasar yang tidak pernah mudah ini?