Empat feature phone Nokia sekaligus meluncur di awal Juli 2026, dan Nokia 210 4G jadi salah satu yang paling layak dicermati.
HMD Global, pemegang lisensi tunggal merek Nokia untuk segmen feature phone, resmi mengumumkan jajaran baru pada 3 Juli 2026: Nokia 200 4G, Nokia 210 4G, Nokia 215 4G 2nd Edition, dan Nokia 235 4G 2nd Edition. Keempatnya berbagi proposisi yang sama, keypad klasik diperkuat konektivitas 4G, kemampuan video call, dan satu tambahan yang cukup mengejutkan: tombol asisten AI.
Siapa sangka Nokia keypad kini punya tombol AI.
"AI Assistant Button" yang nangkring di D-pad bukan sekadar pajangan. Lewat tombol itu, pengguna bisa mengaktifkan senter, membuka kamera, menelepon kontak tertentu, bahkan melempar pertanyaan layaknya sedang pakai Google Gemini atau ChatGPT. Teknologi di baliknya adalah Sikey AI, dan ini bagian yang perlu dicermati: layanan tersebut gratis hanya untuk 180 hari pertama. Setelahnya, pengguna harus berlangganan. Ironisnya, proses berlangganan itu butuh smartphone. Agaknya HMD sadar betul bahwa penggunanya kemungkinan tetap menyimpan perangkat lain di laci.
Khusus Nokia 210 4G, spesifikasinya cukup komplet untuk kelasnya. Layar TFT LCD 2,4 inci beresolusi 240x320 piksel, RAM 64 MB, penyimpanan internal 128 MB yang bisa diperluas lewat microSDHC hingga 32 GB. Dimensi 126,1 x 50,5 x 13 mm, bobot 92,7 gram. Ringan dan ramping. Yang menarik: USB Type-C dan jack audio 3,5 mm hadir bersamaan, sesuatu yang kini mulai ditinggalkan banyak smartphone kelas menengah ke atas.
Pembeda utama Nokia 210 4G dari saudaranya Nokia 200 4G ada di satu titik: kamera belakang. Nokia 210 4G dibekali sensor VGA 0,3 MP di belakang lengkap dengan LED flash, plus kamera depan VGA 0,3 MP untuk kebutuhan video call. Nokia 200 4G? Hanya dapat kamera depan. Bergerak ke atas, Nokia 215 4G 2nd Edition menawarkan layar lebih lega di 2,8 inci, sementara Nokia 235 4G 2nd Edition naik kelas dengan kamera belakang 2 MP berlampu kilat.
Video call dihadirkan lewat aplikasi Xpress Chat, yang diklaim sanggup menangani panggilan suara, video, pesan suara, teks, foto, hingga emoji dalam percakapan grup. Fungsinya mirip WhatsApp, kata HMD. Pertanyaan yang wajar: kenapa tidak gandeng WhatsApp saja? HMD rupanya memilih membangun ekosistem sendiri, meski Xpress Chat diklaim tersedia juga untuk pengguna Android dan iOS supaya komunikasi lintas platform tetap bisa berjalan.
Baterai Li-Ion 1.450 mAh yang bisa dilepas diklaim tahan hingga 13 hari standby dan 9 jam bicara. Angka yang tidak main-main untuk feature phone. Masuk akal, memang, mengingat layar mungil dan sistem operasi S30+ yang dikenal irit daya. Bluetooth 5.0 dan Dual Nano-SIM turut melengkapi paket ini.
Satu catatan buat pasar Indonesia. Keempat varian ini kemungkinan sulit masuk semuanya secara resmi karena hambatan regulasi TKDN, ketentuan yang, entah kebetulan atau tidak, lebih ketat diterapkan untuk smartphone dibanding feature phone. Bagi HMD Indonesia, ini bukan tantangan kecil.
Soal harga, belum ada angka yang diumumkan. HMD biasanya membuka banderol menjelang penjualan resmi di masing-masing negara, dan kemungkinan besar nilainya akan bervariasi per wilayah. Bagi pengguna yang butuh perangkat komunikasi sederhana dengan daya tahan baterai panjang dan tidak mau repot dengan ekosistem smartphone penuh, Nokia 210 4G punya tawaran yang cukup solid. Tinggal tunggu berapa angka yang berani HMD pasang.