KAMIS, 1 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Nintendo Switch Online Naik Harga di Jepang, Perta...

Tekno

Nintendo Switch Online Naik Harga di Jepang, Pertama Kali Sejak 2017

Mulai 1 Juli 2026, Nintendo menaikkan tarif Nintendo Switch Online di Jepang untuk pertama kalinya sejak layanan ini diluncurkan pada 2017, dipicu pelemahan yen ke level terendah sejak 1986.

Europe: Nintendo Switch 2 and Pokemon Pokopia bundle launches July : r/NintendoSwitch2 - Social

Hampir satu dekade Nintendo berhasil mempertahankan tarif Switch Online-nya di Jepang tanpa perubahan. Rekor itu kini resmi berakhir.

Mulai 1 Juli 2026, seluruh paket langganan Nintendo Switch Online (NSO) di Jepang kena penyesuaian harga, pertama kali sejak layanan ini diluncurkan pada Maret 2017. Paket individual bulanan naik dari ¥306 menjadi ¥400, paket tiga bulan bergerak dari ¥815 ke ¥1.000. Untuk paket tahunan individual, harga melonjak dari ¥2.400 menjadi ¥3.000. Family Plan 12 bulan kini dibanderol ¥5.800, naik dari ¥4.500.

Bagi pengguna Expansion Pack, kenaikannya serupa. Paket individual tahunan naik dari ¥4.900 ke ¥5.900, sedangkan Family Plan dengan Expansion Pack menembus ¥9.900 dari sebelumnya ¥8.900.

Alasannya cukup gamblang. Yen Jepang saat ini berada di posisi terlemahnya terhadap dolar AS sejak 1986, menciptakan kesenjangan harga yang nyata antara Jepang dan pasar internasional. Sebelum kenaikan ini, paket tahunan individual di Jepang setara sekitar $14,86, sementara pelanggan AS sudah membayar $19,99 untuk layanan yang persis sama. Setelah penyesuaian, harga Jepang menjadi sekitar $18,58, jauh lebih mendekati tarif global.

Nintendo menyebut langkah ini bukan sekadar kenaikan rutin. Perusahaan menegaskan bahwa Switch Online ditawarkan sebagai layanan global terpadu, dan revisi harga dilakukan demi menjaga keseimbangan antar wilayah. Ini koreksi, bukan eskalasi biasa.

Korea Selatan masuk dalam daftar wilayah berikutnya yang mendapat penyesuaian serupa untuk layanan NSO. Selebihnya, belum ada sinyal dari Nintendo untuk pasar lain, termasuk Amerika Serikat, Eropa, atau Asia Tenggara.

Kabar yang agaknya bisa membuat napas gamer Indonesia sedikit lega: region Singapura dan Amerika Serikat, dua region favorit untuk akun Nintendo luar negeri, belum tersentuh. Di Singapura, paket Individual 12 bulan masih bertahan di SGD 29,90 atau sekitar Rp415.000, dengan Family Plan di SGD 64,90 (Rp900.000). Di AS, tarif Individual tahunan tetap $19,99 (Rp357.000) dan Family Plan $34,99 (Rp625.000). Untuk Expansion Pack, pengguna AS masih membayar $49,99 per tahun, sekitar Rp893.000.

Tapi jangan terlalu santai. Kenaikan harga NSO ini bukan kebijakan yang berdiri sendiri. Sebelumnya Nintendo sudah menaikkan harga perangkat keras Switch dan Switch 2 di Jepang per 25 Mei, dengan Switch 2 region-locked Jepang melonjak dari setara $309 menjadi $371. Kenaikan perangkat keras di AS, Kanada, dan Eropa juga sudah dikonfirmasi berlaku 1 September 2026, ketika Switch 2 akan menyentuh harga $500 di pasar Amerika. Di Korea Selatan, harga Switch 2 naik dari 648.000 won menjadi 688.000 won mulai 1 Agustus, naik sekitar 6,2%.

Polanya jelas: Nintendo sedang menyesuaikan harga secara sistematis di berbagai lini, dari hardware hingga layanan digital, seiring yen terus tergerus. Layanan NSO sendiri mencakup multiplayer online, cloud saves, GameChat untuk Switch 2, serta akses ke Nintendo Classics yang koleksinya mencakup NES, SNES, Nintendo 64, GameCube, Game Boy, Game Boy Advance, Virtual Boy, hingga Mega Drive.

Game Pass naik duluan. PS Plus juga. NSO akhirnya menyusul, setidaknya di satu wilayah.

Pertanyaan yang relevan buat gamer Indonesia: apakah Rupiah yang juga tengah melemah terhadap dolar akan menjadi argumen Nintendo untuk mengetuk pintu region Asia Tenggara berikutnya? Nintendo sudah memberikan klausul pengaman, kalau boleh disebut begitu: penyesuaian harga di region lain tetap mungkin dilakukan apabila kondisi pasar mengharuskannya. Kalimat yang terasa seperti undangan terbuka, entah kebetulan atau tidak.