Sepanjang sesi pertama hari Kamis (24/9), indeks Nikkei ditutup melonjak 1,33% ke level 65.883,41. Katalisnya bukan dari Tokyo, melainkan dari Silicon Valley: Mark Zuckerberg meluncurkan Meta Charm, perangkat genggam mungil yang dirancang bekerja bersama asisten AI terbaru Meta bernama Muse, dan dalam hitungan jam efeknya sudah terasa di lantai bursa Jepang.
Ibiden langsung dihajar beli. Saham produsen komponen CPU itu melonjak 15,47%, menduduki posisi teratas kenaikan di pasar utama Bursa Efek Tokyo (TSE). Socionext, Meiko Electronic, dan Ushio Inc masing-masing terbang lebih dari 10%, menjadikan keempatnya empat dari lima saham dengan kenaikan terbesar hari ini. Advantest, produsen peralatan pengujian chip, naik 4,09%, oh tunggu, em dash. Advantest naik 4,09% dan menjadi kontributor terbesar bagi penguatan Nikkei.
Konteksnya perlu diingat: pasar Jepang baru buka setelah libur tiga hari, Senin hingga Rabu, karena serangkaian hari libur nasional. Investor masuk ke pasar dengan amunisi katalis segar. Meta Charm rupanya cukup untuk memantik aksi beli agresif di sektor semikonduktor.
"Pengumuman tersebut mengangkat saham-saham terkait CPU," kata Kazuaki Shimada, kepala strategi di IwaiCosmo Securities. Dalam sesi-sesi terakhir, lanjutnya, saham-saham chip cenderung tahan terhadap kenaikan imbal hasil, sebuah anomali yang agaknya mencerminkan betapa kuatnya narasi AI di mata pelaku pasar saat ini.
Anomali itu terasa jelas bila dibandingkan kondisi pasar yang lebih luas. Indeks Topix hanya naik tipis 0,12% ke 4.096,01, sementara imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun menyentuh 3,055%, level tertinggi sejak Agustus 1996. Tekanan datang dari dua arah: aksi jual obligasi AS yang merembet ke pasar JGB, ditambah pelemahan yen terhadap dolar yang memperparah kekhawatiran inflasi.
Saham-saham perbankan tergerus. Mizuho Financial Group amblas 2,02%, Sumitomo Mitsui Financial Group terkoreksi 1,6%, Mitsubishi UFJ Financial Group melemah 1,08%. Pola klasik: yield naik tajam, pasar cemas soal tekanan biaya dana, saham bank jadi sasaran jual. SoftBank Group hanya mampu mengantongi kenaikan tipis 0,52%.
Dari lebih dari 1.500 saham yang diperdagangkan di pasar utama TSE hari ini, 53% ditutup menguat, 43% melemah, 3% stagnan. Gambar yang cukup jujur: sebagian besar pelaku menikmati reli chip, sementara sisanya bergulat dengan imbal hasil yang terus merangkak dan ketidakpastian makro yang, kalau data ini bisa dipercaya, belum kemana-mana.