JUMAT, 16 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Nama Salah Sebut Picu Teori Pemeran Pengganti Puti...

Internasional

Nama Salah Sebut Picu Teori Pemeran Pengganti Putin Kembali Bergulir

Wakil PM Rusia Dmitry Patrushev memanggil Putin dengan nama 'Pal Laich' dalam video resmi Kremlin, memantik kembali spekulasi lama soal dugaan penggunaan pemeran pengganti sang presiden.

Teori Putin Punya Pemeran Pengganti Mencuat Setelah Ia Disapa dengan Nama Berbeda

Sebuah momen janggal dalam video resmi Kremlin kini memantik lagi teori lama yang tak pernah benar-benar padam: apakah Vladimir Putin yang muncul di hadapan publik selama ini benar-benar Putin?

Pemicunya sederhana tapi mengundang tanda tanya besar. Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Patrushev, dalam rekaman pertemuan di Moskwa yang diunggah sendiri oleh Kremlin, terdengar menyapa Putin dengan nama "Pal Laich", bukan nama resminya. "Pal Laich, terima kasih banyak. Saya telah menyiapkan presentasi," ucap Patrushev kepada kepala negara tersebut. Kremlin lalu mengganti kata-kata itu dalam transkrip resmi pertemuan dengan nama lengkap Putin, "Vladimir Vladimirovich", seolah momen itu tidak pernah terjadi.

Kommersant, surat kabar yang dikenal dekat dengan lingkaran Kremlin, justru mengaku kebingungan. "Sepertinya tidak ada yang bisa menjelaskan apa itu. Mungkin dia terlalu stres. Mungkin dia ingin mengatakan sesuatu tentang sesuatu, tetapi dia menahan diri," tulis media itu dalam laporannya. Kalimat yang agaknya justru makin memanaskan spekulasi ketimbang meredamnya.

Sebagian pengamat mengaitkan "Pal Laich" sebagai singkatan informal dari Pavel Nicolaevich, nama yang selama ini kerap muncul dalam teori mengenai sosok pemeran pengganti Putin. Entah kebetulan atau tidak, ucapan Patrushev langsung dicomot para penganut teori ini sebagai semacam "bocoran" tak disengaja.

Bukan barang baru, teori ini. Sudah bertahun-tahun beredar klaim bahwa presiden Rusia itu punya setidaknya tiga sosok yang tampil menggantikannya di kesempatan-kesempatan tertentu. Para penganutnya rajin menunjuk perubahan detail fisik seperti bentuk telinga dan tinggi badan yang diklaim bervariasi dari satu penampilan ke penampilan lain. Intelijen militer Ukraina bahkan pernah secara terbuka mendukung narasi ini. "Setidaknya ada tiga orang yang muncul secara berkala," kata Kyrylo Budanov, kepala intelijen militer Ukraina kala itu, pada 2022. Versi paling ekstrem dari teori ini berpendapat Putin sudah lama meninggal dan pemerintahan Rusia kini dijalankan oleh lingkaran rahasia lewat para peran pengganti.

Pada 2020, Putin sendiri mengakui rencana penggunaan pemeran pengganti pernah diajukan kepadanya beberapa dekade lalu. Ia menolak.

Tapi teknologi modern cukup kejam terhadap teori-teori semacam ini. Analisis yang dilakukan Meduza, kelompok oposisi Rusia, pada 2024 menggunakan perangkat lunak pengenalan wajah menunjukkan probabilitas lebih dari 99 persen bahwa setiap foto Putin yang dianalisis adalah orang yang sama. Bukan angka yang meninggalkan banyak ruang untuk spekulasi, kalau data itu bisa dipercaya.

99 persen. Angka yang tidak main-main.

Fenomena pemimpin yang memakai pemeran pengganti demi keamanan memang bukan hal asing dalam sejarah. Saddam Hussein konon pernah memaksa seorang pria menjalani operasi plastik agar wajahnya mirip sang diktator Irak itu. Paranoia kekuasaan punya caranya sendiri.

Kremlin hingga kini belum mengeluarkan satu pun penjelasan resmi soal insiden Patrushev. Keheningan itu, bagi sebagian orang, justru lebih berbicara daripada bantahan mana pun.