Tepat di ulang tahunnya yang ke-98, Motorola memilih cara yang lumayan dramatis untuk merayakannya: merilis teaser resmi ponsel lipat generasi berikutnya yang diberi nama Razr Fold Wide. Unggahan di platform X dengan kalimat pendek "What comes next?" jadi penanda bahwa perusahaan milik Lenovo yang lahir 25 September 1928 ini belum selesai bicara soal kategori foldable.
Video promosi yang beredar memperlihatkan siluet ponsel lipat dengan proporsi yang berbeda dari biasanya. Bukan bentuk memanjang seperti kebanyakan foldable di pasaran, eh, maksudnya: Razr Fold Wide mengadopsi rasio yang lebih lebar dan cenderung persegi ketika dibuka. Secara visual, pendekatan ini mengingatkan pada Galaxy Z Fold 8 dan iPhone Duo yang digadang-gadang muncul dalam waktu dekat.
Bocoran industri yang beredar sebelum teaser ini menyebut sejumlah detail desain yang cukup ambisius. Layar depannya diperkirakan hadir dengan desain hampir tanpa bezel, diperkuat kaca 3D melengkung yang agaknya akan jadi pembeda estetika dibanding lini Razr+ sebelumnya. Yang lebih menarik: Motorola disebut menargetkan penghapusan total crease di layar fleksibel utama. Kalau berhasil, ini bukan sekadar pembaruan kosmetik. Ini jawaban atas keluhan paling klasik yang selama ini diarahkan ke semua perangkat lipat tanpa terkecuali.
Spesifikasi teknisnya? Masih gelap total. Prosesor, RAM, penyimpanan, baterai, konfigurasi kamera, semua masih dirahasiakan. Para pengamat memperkirakan daftar sertifikasi dan bocoran spesifikasi bakal mulai muncul dalam beberapa pekan menjelang peluncuran resmi.
98 tahun, dan Motorola masih bisa bikin orang penasaran.
Razr Fold Wide masih dalam mode teaser, tapi lini Motorola yang sudah siap jual justru sedang bergerak kencang di Amerika Serikat. Verizon resmi mengumumkan ketersediaan nasional tiga perangkat Motorola sekaligus: Razr Fold, Razr+ 2026, dan Razr 2026 edisi kristal Swarovski.
Harga ritel Razr Fold dipatok 1.949,99 dolar AS, tapi lewat skema cicilan empat tahun di paket Simplicity Verizon, pembeli hanya perlu membayar 25 dolar AS per bulan dengan total 1.200 dolar AS. Razr+ 2026 yang dibanderol 1.099,99 dolar AS bisa turun ke cicilan 15 dolar AS per bulan dengan total 720 dolar AS, sementara Razr 2026 edisi Swarovski seharga 999,99 dolar AS tersedia dengan cicilan 10 dolar AS per bulan, total 480 dolar AS, atau setara sekitar Rp160 ribuan per bulannya.
Verizon juga menyiapkan program trade-in dengan potongan hingga 1.100 dolar AS bagi pelanggan yang menukar perangkat lama, berlaku untuk pelanggan baru maupun existing di paket myPlan. Ada bonus Moto Watch Ultra senilai 349,99 dolar AS dan enam bulan Google AI Pro gratis, termasuk akses Gemini dan penyimpanan cloud 5TB di Google Drive. Setelah enam bulan habis, pelanggan masih bisa lanjut dengan potongan 50 persen, membayar 10 dolar AS dari harga normal 20 dolar AS.
Satu hal yang perlu dicermati calon pembeli: semua benefit tersebut diberikan dalam bentuk kredit tagihan yang dipotong bertahap selama tiga tahun, bukan diskon langsung. Pelanggan yang berpindah paket atau keluar lebih awal bisa jadi tidak menikmati penuh nilai yang dijanjikan di awal. Setidaknya itu yang tertulis di syarat dan ketentuannya.
Dua narasi bergerak bersamaan. Motorola membangun ekspektasi untuk Razr Fold Wide yang lebih ambisius, sementara Verizon membuktikan bahwa lini foldable Motorola sudah punya tempat di rak operator terbesar Amerika. Pertanyaannya: apakah Razr Fold Wide nantinya benar-benar bisa menghapus crease dan mematahkan dominasi Samsung di segmen lipat premium? Jawabannya masih menunggu konfirmasi resmi.