SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Mossad Diduga Rekrut Ahmadinejad sebagai Kartu As...

Internasional

Mossad Diduga Rekrut Ahmadinejad sebagai Kartu As Penggulingan Rezim Iran

The New York Times membongkar operasi rahasia yang mengaitkan Mossad dengan mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, termasuk pertemuan gelap di Budapest dan evakuasi dramatis dari Teheran.

NYT ungkap dugaan Mossad rekrut Ahmadinejad gulingkan penguasa Iran

Laporan The New York Times yang terbit Senin (13/7/2026) membuka babak baru dalam perseteruan panjang Israel dan Iran, sebuah kisah yang, kalau benar, agaknya jauh lebih sinematik dari film mata-mata mana pun.

Mengutip sumber dari kalangan pejabat AS dan Iran, NYT menyebut Mossad secara diam-diam merekrut Mahmoud Ahmadinejad sebagai figur yang akan didorong ke tampuk kekuasaan jika rezim Teheran berhasil dirobohkan. Bukan rekrutan sembarangan. Ahmadinejad adalah mantan presiden dua periode yang justru dikenal lantang menyerang Israel dan menyangkal Holocaust.

Kover operasi ini, menurut laporan tersebut, adalah serangkaian kunjungan Ahmadinejad ke Budapest sepanjang 2024 dan 2025, dengan dalih menghadiri konferensi iklim di Ludovika University of Public Service. Di sela agenda akademis itulah pertemuan rahasia disebut berlangsung, melibatkan mantan Kepala Mossad David Barnea dan sejumlah agen intelijen Israel. Israel, masih menurut NYT, bahkan membiayai seluruh perjalanan dan akomodasi sang mantan presiden.

Paralel dengan itu, Ahmadinejad disebut aktif memoles citra diri. Jaket kasual khasnya diganti setelan jas. Janggut dirapikan, botoks dijalani, bahasa Inggris mulai dipelajari. Transformasi yang cukup jauh dari sosok yang pernah berpidato di PBB sambil menyebut Israel harus "dilenyapkan dari peta sejarah". Entah kebetulan atau tidak, perubahan itu beriringan rapi dengan agenda Mossad yang disebut NYT tengah menyiapkannya sebagai wajah alternatif pasca-rezim.

Puncaknya: akhir Februari 2026. Serangan udara Israel menghantam kediaman Ahmadinejad di Teheran. Agen Mossad lalu mengevakuasinya menggunakan mobil Peugeot hitam. Selamat, tapi tidak tanpa guncangan.

NYT melaporkan Ahmadinejad mulai mempertanyakan kemampuan Israel untuk benar-benar mengembalikannya ke kekuasaan. Wajar, sebenarnya. Janji intelijen dan realitas lapangan tidak selalu satu tarikan napas. Pertanyaannya, sampai kapan ia mau menunggu?

Hingga laporan ini beredar, tidak ada konfirmasi resmi dari pihak Israel maupun Ahmadinejad sendiri. Mossad tutup mulut, seperti biasa. Tapi jika separuh saja dari laporan NYT ini akurat, yang sedang kita saksikan bukan sekadar operasi intelijen biasa. Ini pertaruhan geopolitik berskala besar, di mana seorang mantan musuh bebuyutan Israel kini didaulat jadi pion dalam permainan catur yang belum jelas siapa akan menang.