SABTU, 3 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Michael Saylor: Jangan Sentuh Bitcoin Kalau Cakraw...

Finansial

Michael Saylor: Jangan Sentuh Bitcoin Kalau Cakrawala Investasimu Kurang dari 4 Tahun

Pendiri Strategy Michael Saylor kembali bersuara soal Bitcoin, kali ini dengan peringatan tajam: aset kripto ini bukan untuk semua orang, dan jangka waktu investasi menentukan segalanya.

Bitcoin Adalah ‘Deep Freeze’ untuk Uang. Apa Sebenarnya Maksudnya?

Tak banyak orang yang lebih keras mendorong adopsi Bitcoin dibanding Michael Saylor. Tapi dalam sesi tanya jawab dengan investor belum lama ini, pendiri Strategy (ticker: MSTR) itu justru mengeluarkan peringatan yang terdengar ganjil dari mulut seorang Bitcoin maximalist kelas kakap: kalau horizon investasimu di bawah empat bulan, lupakan Bitcoin dan parkir saja dana di pasar uang.

Saylor membagi investor ke dalam tiga kategori. Jangka pendek di bawah empat bulan, ia tidak ragu arahkan ke instrumen berisiko rendah. Empat bulan hingga empat tahun, lebih cocok ke instrumen kredit seperti STRC yang menawarkan imbal hasil stabil tanpa volatilitas liar Bitcoin. Baru untuk jangka panjang di atas empat tahun, Bitcoin dan MSTR layak dipertimbangkan.

Angka empat tahun bukan angka sembarangan. Saylor merujuk pada dua hal: 200-week simple moving average sebagai indikator teknis, dan siklus halving Bitcoin yang berulang setiap empat tahun. Bagi yang terbiasa dengan pasar kripto, ini bukan konsep asing. Tapi bagi investor ritel yang masuk di puncak euforia, nasihat ini agaknya datang terlambat.

Kenyataan itu hadir langsung dalam sesi tersebut. Seorang pemegang saham bernama Rob mengungkapkan ia menginvestasikan masing-masing US$73.000 untuk tiga anaknya ke dalam saham MSTR. Nilai itu kini amblas ke US$20.000 per akun, koreksi sekitar 73%. Saylor tidak mencabut argumentasinya, tapi juga tidak abai. Ia mengakui bahwa ketika Bitcoin turun 50%, MSTR bisa tergerus hingga 75%, karena saham ini pada dasarnya adalah amplified exposure terhadap Bitcoin. Sebaliknya, saat pasar bergairah, kinerja MSTR diproyeksikan melampaui Bitcoin itu sendiri. Ia menambahkan bahwa dirinya sendiri memegang lebih dari 19 juta lembar saham dan merasakan fluktuasi harga yang sama persis.

Di luar sesi investor, Saylor memperbarui narasi filosofisnya soal Bitcoin lewat sebuah esai yang terbit 15 Agustus lalu. Ia meminjam analogi kuliner: uang itu seperti makanan, dan Bitcoin seperti freezer. Uang tunai mudah dipakai, tapi inflasi perlahan menggerogoti daya belinya, ibarat makanan yang dibiarkan di luar terlalu lama. Emas memang lebih tahan, tapi biaya menyimpan, memindahkan, dan memverifikasinya dalam jumlah besar bisa jadi beban tersendiri. Bitcoin, klaim Saylor, hadir sebagai jawaban untuk keduanya: tidak punya berat fisik, bisa bergerak melintasi batas negara dalam hitungan menit, dan suplainya diatur oleh protokol, bukan oleh keputusan bank sentral.

Analogi "deep freeze" ini terdengar elegan. Bukan main. Tapi ada catatan yang tidak bisa diabaikan: freezer terkesan stabil, sementara Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran US$63.000 dengan volatilitas yang masih cukup untuk membuat jantung investor ritel berdegup kencang. Saylor sendiri tidak mengklaim Bitcoin setara rekening tabungan. Ia bicara tentang kelangkaan jangka panjang yang terprogram, bukan stabilitas harga jangka pendek. Klaim yang, kalau data ini bisa dipercaya, masih perlu dibuktikan oleh waktu, mengingat Bitcoin belum cukup lama eksis untuk melewati ujian beberapa dekade.

Di sisi korporasi, strategi akumulasi Bitcoin ala Strategy kini mulai diadopsi pemain lain. Metaplanet (3350) di Jepang mengikuti jejak serupa, bertaruh pada matematika akumulasi ketimbang mengejar momentum harga harian. Keduanya, entah kebetulan atau tidak, membangun logika bisnis yang sama: jadikan Bitcoin aset cadangan utama perbendaharaan korporasi, lalu pakai ekuitas dan obligasi untuk terus menambah kepemilikan. Pertanyaannya, berapa lama model ini bertahan kalau siklus bearish berikutnya lebih panjang dari yang lalu?

"Nasihat saya adalah, jangan berinvestasi di Bitcoin kecuali Anda berniat menyimpannya lebih dari empat tahun. Idealnya, tahan hingga 10 tahun," tegasnya. Bitcoin bukan alat trading, bukan penghasil dividen, dan jelas bukan instrumen untuk mereka yang gugup melihat portofolio merah sebulan dua bulan. Bagi yang tidak siap dengan itu, pasar uang terbuka lebar.