Meta Connect 2026 jadi panggung yang cukup ramai pekan ini. Tiga perangkat wearable sekaligus diperkenalkan: Meta VR Glasses, Ray-Ban Meta Audio, dan Ray-Ban Meta Gen 3.
Yang paling menyedot perhatian tentu Meta VR Glasses. Bobotnya sekitar 100 gram, bingkainya dari paduan magnesium, dan dapur pacunya mengandalkan chipset Snapdragon Reality Elite dari Qualcomm lewat modul eksternal yang terhubung via kabel. Layarnya beresolusi 5K dengan lensa pancake, cukup untuk memutar konten IMAX secara virtual dengan dukungan Dolby Vision dan audio spasial Dolby Atmos. Harganya sekitar Rp23 juta. Angka yang bisa bikin dahi mengernyit.
Satu catatan yang agaknya masih jadi bahan perdebatan: ketahanan baterai hanya tiga jam untuk pemutaran resolusi tinggi. Untuk perangkat seharga segitu, klaim ini masih perlu dibuktikan dalam kondisi pemakaian nyata. Meta VR Glasses kompatibel dengan katalog gim Meta Quest dan mendukung fitur panggilan holografik seluruh tubuh. Peluncurannya dijadwalkan musim semi 2027, artinya konsumen perlu bersabar setengah tahun lebih.
Lalu ada Ray-Ban Meta Audio, yang sengaja dirancang tanpa kamera. Pilihan menarik buat mereka yang ingin pakai kacamata pintar tanpa was-was soal privasi orang sekitar. Fokusnya murni ke audio dan interaksi dengan AI secara bebas genggam, dengan ketahanan baterai 12 jam. Bingkai tersedia dalam gaya Clubmaster dan Burbank. Banderolnya US$349, atau sekitar Rp5,6 juta.
Ray-Ban Meta Gen 3 dibanderol US$449. Lebih ramping, bisa rekam video hingga resolusi 3K, dan dilengkapi susunan enam mikrofon. Meta juga menambah pilihan bingkai Aviator dan Zena untuk generasi ini. Kedua perangkat Ray-Ban sudah bisa dipesan sekarang, dengan pengiriman dijadwalkan mulai 13 Oktober 2026.
Ekosistem di sekelilingnya pun ikut diperkuat. Meta Connect 2026 mengumumkan dukungan pelacakan tangan untuk Beat Saber, streaming konten Disney dalam format 3D, serta panggilan video hologram seluruh tubuh. Entah kebetulan atau tidak, deretan fitur ini terasa seperti upaya Meta membangun argumen bahwa headset VR bukan lagi mainan gamer semata. Bak puzzle yang mulai membentuk gambar utuh.
Bagi investor yang mengikuti ruang teknologi wearable, deretan produk ini memperjelas satu hal: Meta memilih bersaing di beberapa segmen sekaligus, dari yang terjangkau hingga premium. Apakah pasar siap menyerap Meta VR Glasses di kisaran Rp23 juta adalah pertanyaan yang baru terjawab tahun depan, kalau data penjualannya bisa dipercaya.