JUMAT, 2 OKTOBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  Menkeu Purbaya: Jangan Panik, Ini Bukan 1998

Ekonomi

Menkeu Purbaya: Jangan Panik, Ini Bukan 1998

IHSG ambles lebih dari 4% dan rupiah tembus Rp17.660 per dolar AS, tapi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan fondasi ekonomi masih kuat dan meminta investor tidak takut serok bawah.

Menkeu Purbaya tepis kekhawatiran krisis moneter 1998 terulang - ANTARA News Jambi

IHSG ambles lebih dari 4% ke posisi 6.454 pada sesi pertama perdagangan Senin (18/5/2026). Rupiah sempat menyentuh Rp17.660 per dolar AS, terdepresiasi sekitar 1,15% dari penutupan sebelumnya di Rp17.597.

Cukup untuk bikin pelaku pasar gelisah. Tapi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa punya satu pesan yang ingin ia sampaikan segera: ini bukan 1998.

"Kalau rupiah melemah, seolah-olah kita akan bergerak seperti 1998 lagi. Beda, 1998 itu kebijakannya salah dan instability social-politic terjadi setelah setahun kita resesi," tegas Purbaya usai acara penyerahan pesawat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. Ia menjabarkan bahwa krisis 1998 bermula dari resesi yang sudah menggerogoti ekonomi sejak pertengahan 1997, lalu dihajar ketidakstabilan sosial-politik. Kondisi sekarang, kata dia, berbeda karena pertumbuhan ekonomi masih berjalan kencang.

Soal koreksi IHSG, Purbaya menyebutnya fluktuasi murni dari sentimen jangka pendek, bukan cermin pelemahan fundamental. "Gak apa-apa nanti kita perbaiki. Sekarang pondasi ekonominya bagus, itu masalah sentimen jangka pendek," katanya. Fokus pemerintah, ia tegaskan, tetap pada satu hal: memastikan laju pertumbuhan ekonomi nasional tidak terseret gejolak pasar global.

Satu langkah konkret sudah disiapkan. Purbaya menyatakan pemerintah mulai hari itu terjun ke pasar obligasi dengan volume yang jauh lebih besar dari sebelumnya. "Kita sudah masuk tapi hanya sedikit. Mulai hari ini kita akan masuk lebih signifikan lagi sehingga pasar obligasi terkendali," jelasnya. Intervensi ini ditujukan untuk menahan investor asing yang masih menggenggam surat utang negara dalam jumlah besar agar tidak panik jual dan memperparah tekanan pada rupiah.

Pesan Purbaya untuk investor ritel? Terang-terangan. Ia anjurkan serok bawah. "Investor pasar saham, kalau saya bilang, jangan takut serok bawah sekarang. Kalau saya lihat tekniknya, sehari dua hari udah balik. Jadi jangan lupa beli saham," katanya.

Seorang menteri keuangan yang secara terbuka menyuruh publik beli saham di tengah kepanikan memang bukan pemandangan lazim. Bisa jadi justru itulah yang membuat sebagian pelaku pasar mengernyitkan dahi. Tapi bagi yang membaca intervensi obligasi pemerintah sebagai sinyal stabilisasi, pesan itu bak gayung bersambut.

Pertanyaannya sekarang bukan sekadar apakah IHSG benar-benar rebound dalam satu dua hari. Yang lebih penting, seberapa konsisten dan besar volume intervensi obligasi yang akan digelontorkan, dan apakah itu cukup untuk menahan arus keluar modal asing yang, kalau data ini bisa dipercaya, belum menunjukkan tanda-tanda mereda.