KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Menhan Latvia Dipecat setelah Drone Ukraina Nyasar...

Internasional

Menhan Latvia Dipecat setelah Drone Ukraina Nyasar Hantam Fasilitas Minyak di Wilayah NATO

Perdana Menteri Latvia Evika Silina memecat Menteri Pertahanan Andris Spruds setelah drone Ukraina secara tak sengaja menyerang fasilitas penyimpanan minyak di wilayah negara anggota NATO itu.

Latvian Defense Minister Andris Spruds resigns after two Ukrainian drones flew in from Russia and hit oil storage facilities.

Andris Spruds tak punya banyak pilihan.

Perdana Menteri Latvia Evika Silina secara terbuka menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadapnya, setelah sebuah drone Ukraina nyasar dan menghantam fasilitas penyimpanan minyak di wilayah Latvia, anggota NATO di kawasan Baltik.

Pemecatan diumumkan Silina lewat akun X-nya, Minggu (10/5/2026). Nadanya tegas. "Menteri Pertahanan Andris Spruds telah kehilangan kepercayaan saya dan publik. Saya telah mengambil keputusan untuk menuntut pengunduran diri Menteri Pertahanan Andris Spruds. Sektor pertahanan harus dipimpin oleh seorang profesional. Saya telah memberi tahu menteri dan mitra koalisi tentang keputusan ini hari ini," tulis Silina.

Insiden ini bukan sekadar kecelakaan teknis. Bagi Latvia, negara kecil di tepi Laut Baltik yang berbatasan langsung dengan Rusia, kedaulatan udara bukan perkara yang bisa dianggap enteng. Drone asing memasuki dan merusak infrastruktur energi di dalam wilayahnya, siapapun pengirimnya, adalah kegagalan sistem pertahanan yang sulit dimaafkan secara politik.

Bukan main. Ini bukan negara yang sedang berperang, melainkan anggota NATO yang justru aktif memasok dukungan ke Ukraina.

Sinyal yang dikirim Silina lewat pemecatan ini agaknya juga ditujukan ke dalam negeri: tanggung jawab pertahanan bukan sekadar urusan anggaran atau pidato di parlemen. Ada harga politisnya kalau sistem gagal.

Dari sisi Kyiv, insiden semacam ini bukan yang pertama. Drone jarak jauh Ukraina kerap mengalami deviasi lintasan, terutama akibat gangguan navigasi atau kondisi cuaca. Tapi ketika sasarannya bukan lagi wilayah Rusia melainkan negara sahabat dan sekutu, kalkulasinya berubah drastis. Bak pedang bermata dua, ketergantungan NATO pada Ukraina kini memunculkan gesekan yang tidak sederhana.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Kyiv soal kepemilikan drone tersebut. Detail teknis fasilitas mana yang terdampak dan seberapa parah kerusakannya, kalau data yang beredar bisa dipercaya, juga masih simpang siur. Yang jelas, kursi Spruds sudah kosong. Penggantinya mewarisi tekanan yang tidak kecil.