SELASA, 29 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  MBG Putar Rp10,8 Miliar per Tahun di Tiap Desa, Pr...

Ekonomi

MBG Putar Rp10,8 Miliar per Tahun di Tiap Desa, Prabowo: Zero Toleransi Penyelewengan

Presiden Prabowo Subianto menegaskan program Makan Bergizi Gratis tetap jalan sambil mengklaim perputaran dana mencapai Rp10,8 miliar per desa per tahun, jauh melampaui dana desa konvensional.

Prabowo: Program MBG Akan Diteruskan, Tak Boleh Ada Penyelewengan

Angka yang disebut Presiden Prabowo Subianto ini patut dicermati: Rp10,8 miliar per tahun berputar di satu desa, semata dari program Makan Bergizi Gratis. Dibanding dana desa reguler yang selama ini hanya sekitar Rp1 miliar, selisihnya lebih dari sepuluh kali lipat. Bukan angka kecil.

Prabowo menyampaikan klaim itu dalam dua agenda sekaligus di Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026): peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk yang dipantau daring dari Jakarta, sekaligus acara Panen Raya Jagung dan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri. Pesan yang ingin disampaikan konsisten. MBG bukan sekadar program makan siang, ini soal menggerakkan ekonomi dari lapisan paling bawah.

"Satu desa Rp10,8 miliar beredar di situ, artinya yang tanam ikan lele bisa dijual, yang tanam bawang merah bisa terjual, yang bikin tempe bisa terbeli, yang jual telur bisa. Semua produsen di desa itu hidup," kata Prabowo. Perputaran bulanannya, menurut dia, mencapai sekitar Rp900 juta per desa.

Logika ekonominya sederhana tapi tidak sepele: dengan mewajibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyerap bahan baku dari produsen lokal, rantai pasok tidak perlu keluar desa. Petani, peternak, dan pedagang kecil mendapat pembeli tetap, sementara pengelola SPPG tidak perlu repot belanja ke pasar kota. Skema ini, kata Prabowo, jauh berbeda dari mekanisme pasar bebas, di mana pemilik modal besar yang justru mengeruk lebih banyak dari perputaran uang rakyat.

Namun di balik optimisme itu ada nada peringatan keras. "MBG akan kita teruskan, tapi kita harus tertibkan ke dalam. Tidak boleh ada penyelewengan," tegasnya. Agaknya bukan sekadar basa-basi. Program sebesar ini, dengan dana yang berputar di ribuan desa secara serentak, membuka celah yang tidak kecil, dan Prabowo tampaknya sadar betul soal itu.

Presiden juga mengaitkan MBG dengan agenda ketahanan pangan yang lebih luas. Jagung ia sebut sebagai komoditas strategis untuk pakan ternak, yang menopang ketersediaan protein hewani nasional. Swasembada beras dan jagung diklaim sudah tercapai. Perpaduan MBG dengan Koperasi Merah Putih, menurut Prabowo, adalah formula untuk membangkitkan ekonomi desa secara struktural, bukan sekadar subsidi musiman.

"Sekarang saya kira secara jujur para kepala desa, para bupati sudah mulai merasakan. Ke depan akan lebih merasakan," kata Prabowo.

Klaim Rp10,8 miliar per desa itu, kalau data ini bisa dipercaya penuh, masih butuh verifikasi lebih jauh. Apakah angka itu rata-rata nasional, angka ideal desa tertentu, atau proyeksi di atas kertas, belum dijelaskan secara rinci. Tapi kalau benar bisa dieksekusi dalam skala nasional, dengan 75 ribu lebih desa di Indonesia, implikasinya bagi konsumsi domestik dan permintaan komoditas agrikultur jelas bukan sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja oleh pelaku pasar.