SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Mark Carney Umumkan Putus dari AS: Bourbon Diboiko...

Internasional

Mark Carney Umumkan Putus dari AS: Bourbon Diboikot, Belanja Militer Dialihkan

Perdana Menteri Mark Carney mendeklarasikan era baru kemandirian Kanada, dari menghentikan 70 persen belanja militer ke AS hingga gerakan boikot produk Amerika yang sudah terasa nyata di rak-rak toko.

Ekspor alkohol Amerika Serikat ke Kanada anjlok 70 persen sepanjang 2025. Bukan angka kebetulan.

Itu sinyal paling kasat mata dari pergeseran yang tengah terjadi di utara perbatasan: Kanada, sekutu lama Washington, serius memutus ketergantungannya pada negeri di selatannya.

Perdana Menteri Mark Carney membuka pidato di Konvensi Partai Liberal di Montreal, Sabtu (11/4), dengan candaan yang langsung menghantam. "Apa ada yang baru minum bourbon belakangan ini?" Tawa dan tepuk tangan memenuhi ruangan. Tapi pesan di balik lelucon itu sama sekali tidak ringan.

Carney kemudian bergeser ke nada serius. "Era di mana militer kami mengirim 70 sen dari setiap dolar ke Amerika sudah berakhir," tegasnya. Pernyataan keras untuk negara yang selama ini begitu bergantung pada industri pertahanan AS, mulai dari alutsista sampai sistem logistik.

Ini bukan retorika kampanye. Carney merinci kebijakan konkret: setiap belanja pemerintah akan memprioritaskan pemasok dalam negeri lewat program "Buy Canadian". Targetnya juga tidak main-main, menggandakan ekspor non-AS hingga 300 miliar dolar dalam satu dekade.

Ketegangan dengan Washington memang sudah lama melampaui titik yang bisa diabaikan. Sejak Trump kembali ke Gedung Putih dan memberlakukan tarif tinggi, sejumlah provinsi Kanada kompak menarik produk minuman keras asal AS dari rak penjualan. Distilled Spirits Council of the United States mencatat dampaknya langsung: ekspor alkohol AS ke Kanada ambruk hampir tiga perempat hanya dalam setahun. Industri bourbon Kentucky, kalau boleh jujur, sedang merasakan betapa seriusnya tetangga utara mereka.

Soal tarif pun tidak berdiri sendiri. Pernyataan Trump yang menyebut Kanada sebagai "negara bagian ke-51" memperkeruh atmosfer diplomatik hingga ke titik yang lebih menggelikan dari sekadar insiden diplomatik biasa. Gerakan "Buy Canadian" yang sebelumnya lebih bersifat organik kini mendapat angin dari kebijakan pemerintah federal.

Di sisi geopolitik, Carney menyebut situasi global saat ini sebagai titik perubahan penting bagi Kanada. Konflik yang terus berkecamuk, ketidakpastian perdagangan, pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, semuanya ia jadikan argumen mengapa Ottawa tidak bisa lagi bersandar pada satu mitra strategis. Diversifikasi, baik dalam mitra pertahanan maupun mitra dagang, ia posisikan sebagai kebutuhan struktural.

Pertanyaannya: seberapa jauh komitmen ini bisa benar-benar dieksekusi?

Industri pertahanan Kanada belum tentu siap mengisi kekosongan yang ditinggalkan pemasok AS dalam waktu singkat. Mengganti tiga perempat ketergantungan militer bukan pekerjaan semalam, dan Carney sendiri sadar bahwa ini adalah "strategi besar", bukan kebijakan yang bisa selesai dalam satu masa jabatan.

Tapi arahnya sudah terbaca. Kanada tidak mau lagi masuk kategori negara yang terbukti rapuh karena terlalu bergantung pada satu kekuatan.