Dua bulan lebih LUCY membawa label yang tidak terlalu disukai investor. Per 29 Juni 2026, label itu resmi dicabut, dan pasar langsung memberi jawabannya: naik 10% dalam sehari.
Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengeluarkan PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) dari kategori High Shareholding Concentration (HSC) lewat pengumuman bernomor Peng-RSC-00001/BEI.WAS/07-2026, diterbitkan bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan nomor KSEI-4604/DIR/0726 pada 2 Juli 2026. Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Yulianto Aji Sadono, menyatakan bahwa perseroan tidak lagi berada dalam kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi.
Mundur sedikit: LUCY pertama kali masuk daftar HSC pada 2 April 2026, ketika konsentrasi kepemilikan sahamnya dalam bentuk scrip maupun scripless tercatat mencapai 95,47%. Angka itu, jujur saja, memang ekstrem. Hampir seluruh saham yang beredar berada di tangan segelintir pihak, kondisi yang secara historis kerap memicu volatilitas harga yang tidak lazim.
Pemicunya ada di pemegang saham pengendali (PSP), yakni PT Delta Wibawa Bersama, yang melepas sebagian porsinya. Dari 59,42%, kepemilikan Delta Wibawa kini tersisa 34,42%, pemotongan yang dalam hitungan sederhana berarti ratusan juta lembar saham berpindah tangan. Sekretaris Perusahaan LUCY, Ryad, dalam keterbukaan informasi tertanggal 23 Juni 2026 menyebut total saham yang telah diterbitkan perseroan sebanyak 1.514.773.893 lembar. Penjualan oleh pengendali itu diklaim sebagai bagian dari strategi pengelolaan investasi dan pemenuhan kebutuhan likuiditas, klaim yang masih perlu dibuktikan konsistensinya.
Pasar menyambut pencabutan status HSC dengan antusias. Pada penutupan perdagangan Jumat (3/7/2026), LUCY melesat 10% dari Rp650 menjadi Rp715. Volume transaksi tercatat 2,57 juta saham, frekuensi 1.578 kali, nilai transaksi Rp1,63 miliar. Kapitalisasi pasar perseroan berada di kisaran Rp1,08 triliun.
Naik 10% dalam satu sesi bukan angka kecil. Tapi konteksnya perlu diingat: saham dengan riwayat HSC kerap punya likuiditas tipis dan rentan terhadap gerakan harga yang dramatis di kedua arah. Bagi yang sudah nyangkut di level atas, ini agaknya momen yang ditunggu. Bagi yang baru masuk sekarang, pertanyaan soal siapa yang masih menjual dan di level berapa rasanya lebih relevan untuk dijawab sebelum keputusan dibuat.